Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 58
Judul Kadin: 6 Juta Lebih Pegawai Kena PHK dan Dirumahkan
Nama Media tempo.co
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL https://bisnis.tempo.co/read/1350742/kadin-6-juta-lebih-pegawai-
kena-phk-dan-dirumahkan
Jurnalis Reporter:
Tanggal 2020-06-07 17:28:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korpo
Sentimen positive
Ringkasan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani
mengatakan jumlah pekerja yang telah dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (
PHK ) dalam tiga bulan terakhir meningkat tajam. Hal tersebut menurut dia menyebabkan
masyarakat tidak puas terhadap perekonomian di Tanah Air dalam beberapa waktu belakangan.
KADIN: 6 JUTA LEBIH PEGAWAI KENA PHK DAN DIRUMAHKAN
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia Rosan
Perkasa Roeslani mengatakan jumlah pekerja yang telah dirumahkan dan terkena Pemutusan
Hubungan Kerja ( PHK ) dalam tiga bulan terakhir meningkat tajam. Hal tersebut menurut dia
menyebabkan masyarakat tidak puas terhadap perekonomian di Tanah Air dalam beberapa
waktu belakangan.
"Angka di Kadin berdasarkan masukan dari asosiasi dan himpunan kepada kami, pegawai yang
dirumahkan dan di-PHK sudah di atas 6 juta orang, mungkin data di Kementerian
Ketenagakerjaan baru 2 juta, tapi di kamu sudah di atas 6 juta pegawai," ujar Rosan dalam
konferensi video, Ahad, 7 Juni 2020.
Dari angka tersebut, Rosan mengatakan persentase pegawai yang dirumahkan mencapai 90
persen. Sementara, pegawai yang di-PHK mencapai 10 persen. "Karena kalau PHK ada
konsekuensi harus membayar pesangon, tapi perusahaan saat ini tidak dalam kapasitas untuk
membayar pesangon ke pegawai." Rosan mengatakan kebijakan pemerintah untuk
mengantisipasi tekanan di perekonomian, melalui kebijakan stimulus fiskal, stimulus moneter,
serta penguatan di sektor riil dan sektor keuangan, semakin lama semakin membaik. Ia melihat
pemerintah semakin responsif mengantisipasi keadaan.
"Walau demikian, yang kami tekankan adalah implementasi di kementerian yang masih lambat,
kami juga melihat harusnya angkanya jauh lebih besar dari yang sudah dikeluarkan
pemerintah," kata Rosan. Apabila tidak, tutur dia, saat Covid-19 semakin panjang dan tekanan
ke perekonomian semakin besar, pilihan terakhir dunia usaha adalah merumahkan atau PHK
karyawan.
57

