Page 149 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 149
PERTAMINA: TENAGA ASING UNTUK PERBAIKAN KILANG DUMAI CUMA 0,6
PERSEN
memberikan peluang bagi tenaga kerja lokal, agar nanti dapat mengembalikan geliat ekonomi
Dumai - Perbaikan terencana berskala besar kilang atau Turn Around Pertamina Refinery Unit
(RU) II Dumai, Riau, tahun 2020 diprediksi bakal menyerap 8.000 tenaga kerja, dan persentase
penggunaan tenaga kerja asing (TKA) hanya 0,6 persen.
Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU II, Brasto Galih Nugroho di
Dumai, Sabtu, menyatakan penyerapan tenaga kerja prioritas warga lokal dengan persentase
63 persen, dan ditambah tenaga kerja luar Dumai 37 persen dari total keseluruhan prediksi
tenaga kerja.
Dijelaskannya, alasan dilibatkan tenaga asing adalah sesuai kebutuhan tenaga kerja ahli yang
jumlahnya terbatas dengan bidang kerja spesifik seperti tenaga ahli perbaikan reaktor, tenaga
ahli penggantian katalis atau Change Out Catalyst (COC) ataupun tenaga ahli refractory atau
semen panas yang memegang sertifikasi API 396 Refractory Personnel.
Selain itu, keterlibatan TKA juga berkaitan dengan perusahaan produsen peralatan asli atau
Original Equipment Manufacturer (OEM) yang digunakan di kilang RU II sehingga perbaikan
atas alat tersebut hanya dapat dijalankan oleh perusahaan produsen.
Asal perusahaan asing yang terlibat pun bervariasi di antaranya dari Singapura, Malaysia,
Jepang termasuk perusahaan produsen dari Eropa.
"Komitmen kami memberikan peluang bagi tenaga kerja lokal, agar nanti dapat mengembalikan
geliat ekonomi melalui peningkatan okupansi tempat penginapan, pesanan makanan melalui
rumah makan dan katering ataupun penyewaan transportasi lokal," sebutnya.
Sementara itu, General Manager Pertamina RU II Dumai Didik Bahagia mengatakan dalam
kegiatan Turn Around (TA) ini, Pertamina RU II berkomitmen menjalankan serangkaian
program pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19, dan
bekerjasama dengan Pemkot Dumai sosialisasi pemberlakuan protokol kesehatan ke mitra
terlibat.
Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai terkait aspek
ketenagakerjaan agar pelaksanaan TA melibatkan ribuan tenaga kerja dapat dijalankan sesuai
peraturan berlaku.
"Di tengah pandemi COVID-19, kami telah mempersiapkan protokol kesehatan khusus
menghadapi kegiatan ini, dan juga berkoordinasi dengan walikota serta instansi terkait dan
gugus tugas guna mensukseskan kegiatan," kata Didik.
Sosialisasi digelar secara khusus untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman
para mitra terkait protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
Sebagai unit operasi Pertamina yang beroperasi nonstop guna memproduksi bahan bakar
minyak (BBM) bagi kebutuhan energi nasional, setiap 5 tahun sekali wajib dilaksanakan kegiatan
TA sebagai upaya peremajaan performa kilang agar kembali optimal seperti awal didirikan.
"Kegiatan TA ini hajatan besar yang tidak hanya penting bagi Pertamina, tapi juga bagi negara,
karena optimal performa operasional kilang, Pertamina dapat terus melakukan pemenuhan
kebutuhan energi nasional seperti BBM dan LPG yang sangat penting bagi masyarakat," imbuh
Didik.
148

