Page 181 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 181

bernama  Entin  Kartini  warga  Kampung  Pamoyanan,  RT  2/  4,  Desa  Selawangi,  Kecamatan
              Sukaraja, Kabupaten Sukabumi ini, telah meninggal dunia akibat terserang virus corona atau
              Covid 19.

              CORONA, PMI SUKARAJA MENINGGAL DI ARAB

              Kabar  duka  kembali  menimpa  seorang  pahlawan  devisa.  Kali  ini,  seorang  Pekerja  Migran
              Indonesia (PMI) asal Kecamatan Sukaraja telah dikabarkan meninggal dunia saat bekerja di
              Saudi Arabia. Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, korban yang diketahui
              bernama  Entin  Kartini  warga  Kampung  Pamoyanan,  RT  2/  4,  Desa  Selawangi,  Kecamatan
              Sukaraja, Kabupaten Sukabumi ini, telah meninggal dunia akibat terserang virus corona atau
              Covid 19.

              Kasi  Trantib  Kecamatan  Sukaraja,  Prandi  Kusmaya  mengatakan,  pihaknya  mengaku  belum
              mengetahui secara pasti soal informasi warga Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja yang telah
              dikabarkan meninggal dunia saat bekerja di Saudi Arabia.

              "Saya baru tahu sekarang. Itu pun tahu dari kalian. Meski begitu, saya sudah koordinasi dengan
              seluruh  Kepala  Desa  yang  ada  di  wilayah  Kecamatan  Sukaraja,  untuk  segara  mengecek
              kelapangan soal kebenaran informasi tersebut," kata Prandi kepada Radar Sukabumi, Jumat
              (17/7).

              Setelah  dilakukan  penelusuran,  sambung  Prandi,  akhirnya  korban  tersebut  dapat  diketahui
              identitasnya setelah Kepala Desa Selawangi melakukan pengecekan ke lapangan. "Tadi siang
              Pak Kades Selawangi sudah menjumpai pihak keluarga PMI yang meninggal di Arab Saudi itu,"
              ujarnya.  Saat  petugas  desa  mendatangi  rumah  keluarga  duka,  pihak  keluarganya  mengaku
              kepada petugas bahwa korban telah meninggal dunia akibat tertular Covid 19.
              "Almarhum  Entin  ini,  telah  berangkat  ke  Kota  Riyadh  sekitar  lima  bulan  yang  lalu  dengan
              menggunakan visa turis," paparnya. Kuat dugaan korban meninggal karena terserang Covid 19,
              karena sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pihak keluarganya telah menerima laporan
              soal korban menderita dengan gejala sakit tenggorokan dan panas tinggi.

              "Sebelum  meninggal  dunia,  korban  sempat  dirawat  di  rumah  sakit  Riyadh  selama  10  hari.
              Namun, pada 12 Juli 2020 yang bersangkutan meninggal dunia," imbuhnya.

              Ia menambahkan, berdasarkan pengakuan dari pihak keluarganya, pahlawan devisa itu telah
              meninggal dunia setelah terkena Covid 19 karena tertular dari keluarga tempat dia bekerja.
              "Karena situasinya pandemi Covid 19, akhirnya jenazah korban langsung dikebumikan di Riyadh.
              Iya, jenazah korban tidak dibawa ke sini. Tetapi, langsung dibubarkan di sana," timpalnya.

              Sementara itu, Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri
              Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Tatang Arifin mengatakan, pihaknya belum mengetahui
              secara pasti soal adanya warga Kecamatan Sukaraja yang meninggal di Arab Saudi, karena
              terserang virus corona.

              "Kami tidak tahu secara rincinya. Hanya saja, pada beberapa hari terakhir kami mendapatkan
              kabar dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI)
              bahwa ada warga Kabupaten Sukabumi yang meninggal karena terserang Covid 19," katanya.
              Pihaknya  menilai,  pahlawan  devisa  negara  yang  meninggal  ini,  diduga  telah  berangkat  dari
              Sukabumi ke Riyadh atau Saudi Arabia menggunakan jalur ilegal.

              "Iya,  kalau  resmi  pemberangkatannya  ke  sana,  pasti  akan  ada  laporan  kepada  kita  dari
              Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di
              Arab  Saudi.  Apalagi,  ini  meninggalkan  karena  terserang  Covid  19.  Kita  sudah  cek  datanya,
              memang tidak ada nama korban," bebernya. pungkasnya. (Den/t)
                                                           180
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186