Page 207 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 207
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker Kota Cimahi, Isnendi
mengungkapkan, data angkatan kerja itu diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi.
Meski begitu, datanya mengalami fluktuatif setiap tahunnya.
"Untuk angkatan kerja di Cimahi saat ini, data terakhirnya tercatat sebanyak 296.513 orang.
Terjadi naik turun di kisaran 0,15 persen setiap tahunnya," terang Isnendi kepda "GM" di Pemkot
Cimahi, Jin. Rd. Demang Hardjakusumah, Jumat (17/7).
Isnendi menjelaskan, angkatan kerja merupakan penduduk usia produktif yang berusia antara
15 hingga 64 tahun. Mereka merupakan orang yang memiliki pekerjaan, pengangguran,maupun
yang sedang aktif mencari pekerjaan.
'Termasuk yang baru terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lantaran terdampak wabah
corona, itu masuk datanya," terang Isnendi.
Berdasarkan data yang didapat dari BPS Kota Cimahi, tambah Isnendi, dari total angkatan kerja
yang terdata di Kota Cimahi, sebanyak 272.553 orang di antaranya aktif bekerja. dan sebanyak
23.960 orang adalah pengangguran.
Menurutnya, data tersebut belum termasuk jumlah yang terkena PHK maupun yang
dirumahkan, akibat pandemi covid-19. "Hanya yang jelas khusus yang terkena PHK tercatat ada
147 orang warga Cimahi. Sementara yang dirumahkan, tercatat ada 984 orang," jelasnya.
Diakui Isnendi, khusus peluang pekerjaan bagi warga yang menganggur, untuk saat ini
peluangnya cukup sulit. Pasalnya, dunia usaha saat ini tengah mengalami fase penurunan sejak
mewabahnya virus corona.
"Memang akibat situasi pandemi covid-19, sekarang peluang kerja semakin sedikit karena sektor
usaha merasakan dampaknya yang begitu luar biasa. Apalagi kegiatan ekspor belum bagus,"
ujarnya.
Koordinasi
Mengingat peluang kerja semakin sulit, sambung Isnendi, fokus DisnakerKota Cimahi saat ini
adalah meningkatkan kompetensi pekerja lokal Kota Cimahi. Salah satunya dengan
diikutsertakan dalam pelatihan yang dikerjasamakan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) milik
pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar.
'Tapi sayangnya untuk sementara ini, kita tidak memiliki anggaran khusus akibat terkena
kebijakan refocusing dan realokasi untuk penanganan covid-19," katanya.
01 eh sebab itulah, sambungnya, bantuan fasilitas pelatihan baik dari pemerintah pusat maupun
Pemprov Jabar akan dimanfaatkan pihaknya untuk meningkatkan kompetensi warga Cimahi.
"Sekarang ini anggaran dari pemkot untuk pelatihan dialihkan untuk keperluan bantuan sosial
(bansos) covid-19. Ttapikita nggak kecil hati. Kita koordinasi dengan kementerian dan provinsi,"
pungkas Isnendi. (B.110)**
206

