Page 87 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 87
"Kepada kalian yang meninggalkan Gojek, kalian akan bertemu dengan perwakilan dari People
team dan Manager kalian dalam beberapa hari ke depan. Kami ingin memberikan dukungan
semaksimal mungkin," kata Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dalam keterangan resminya, Rabu
24 Juni 2020.
Traveloka merupakan startup layanan pemesanan perjalanan dikabarkan juga
memberhentikan sebagian besar stafnya. Menurut sumber yang dikutip Nikkei Asia Review,
pandemi virus corona menurunkan permintaan bepergian menjadi salah satu penyebabnya.
Industri pariwisata memang sedari awal sudah terkena imbas dari pandemi ini, banyak hotel,
restoran, dan tiket perjalanan, permintaannya menurun drastis, baik untuk tujuan domestik
maupun luar negeri.
Lanjut, PHK itu diinformasikan melibatkan 100 orang atau 10 persen dari jumlah karyawan di
perusahaan tersebut. Kejadian tersebut sudah terjadi pada pertengahan Juni lalu.
Industri alas kaki nasional, produsen sepatu Adidas, PT Shyang Yao Fung di Tangerang diketahui
melakukan PHK terhadap 2.500 pekerja.
Sebanyak 2.500 karyawan pabrik terkena PHK karena perusahaan akan merelokasi usaha ke
Brebes, Jawa Tengah. Dari surat edaran yang diterima Liputan6.com , pada Minggu 3 Mei
2020. PHK massal dilakukan bertahap pada 13 Mei 2020 sebanyak 1.800 karyawan dan 20 Mei
2020 sisanya.
Informasi itu sudah dikonfirmasi Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo)
Firman Bakri. "Kami sudah dapat edaran dan video vitalnya. Kami juga sudah dapat konfirmasi
dari manajemennya," kata Firman.
Di dalam surat edaran disebutkan bahwa langkah PHK massal dilakukan untuk memulai bisnis
dengan kapasitas yang lebih besar sehingga bisa membantu dan menyerap tenaga kerja yang
lebih banyak.
"Memang PT Shyang Yao Fung melakukan PHK dalam rangka untuk relokasi ke Brebes dan
sekaligus pengembangan usaha," kata dia.
Perusahaan juga menginformasikan kepada karyawan mereka mengenai jumlah dan besaran
pesangon, dihitung pada hari kerja terakhir para karyawan dan slip gaji diterbitkan bersamaan
dengan slip penerimaan pesangon masing-masing karyawan.
Maskapai penerbangan plat merah, Garuda Indonesia memutuskan untuk melakukan PHK
sejumlah pilotnya. Hal ini dilakukan sebagai dampak dari lesunya industri penerbangan akibat
Covid-19.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, mengatakan secara rinci kebijakan yang
Garuda Indonesia berlakukan adalah penyelesaian lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan
profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu.
"Melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas
hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku," tegas Irfan, pada Senin 1 Juni 2020.
Dia menjelaskan, kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah berkelanjutan yang perlu
ditempuh dalam upaya menyelaraskan supply & demand operasional penerbangan yang
saat ini terdampak signifikan imbas pandemi Covid-19.
"Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia
akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional Perusahaan akan terus membaik dan kembali
86

