Page 396 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 396

TOLAK KENAIKAN UMP JAWA TIMUR, BURUH AKAN DEMO SELAMA 4 HARI

              Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -
              Sejumlah federasi buruh yang tergabung dalam Gabungan Aliansi Serikat Pekerja (Gasper) Jawa
              Timur, melakukan persiapan aksi unjuk rasa besar selama empat hari pada Kamis, Jumat, Senin,
              dan Selasa.

              Tindakan tersebut merupakan sikap kekecewaan pekerja Jawa Timur terhadap Penetapan Upah
              Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten Kota (UMK) di Jawa Timur tahun 2022.
              Hal tersebut diutarakan dalam konferensi pers di Sidoarjo, Rabu sore (24/11/2021).

              Juru Bicara Gasper Jawa Timur, Jazuli, mengatakan, unjuk rasa itu akan menyasar dua titik di
              Pemerintah  Provinsi  Jawa  Timur  dan  Grahadi  terkait  penolakan  kenaikan  upah  yang  telah
              ditetapkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

              "Kami akan menuntut kebijakan pemerintah menetapkan upah seadil adilnya, tidak menetapkan
              upah  secara  sepihak,  tanpa  memperhitungkan  atau  mempertimbangkan  apa  yang  menjadi
              usulan kami," ujarnya Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya sudah melakukan diskusi dengan
              gubernur yang difasilitasi oleh Kapolda dan Pangdam. Hal tersebut, kata Jazuli, membuktikan
              buruh bukan hanya gemar aksi atau senang demonstrasi.

              "Tapi kalau memang audiensi tidak ada titik temu, maka aksi jadi pilihan terakhir. Kenaikan 13
              persen didasarkan pada aturan. Pertama memang undang undang menjelaskan kenaikan upah
              buruh didasarkan pertumbuhan ekonomi atau inflasi," jelasnya.

              "Dari tahun 2021 kenaikan 7,01 persen dan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sekitar 5
              persen, artinya mencapai 13 persen. Sementara pemerintah menaikan 1 persen, ini tidak adil
              karena yang digunakan pemerintah adalah pertumbuhan ekonomi tahun tahun sebelumnya.Jadi
              tidak bisa digunakan untuk kebutuhan hidup pada tahun depan," lanjutnya.

              Menurutnya, gubernur jelas tunduk pada peraturan pemerintah pusat. Padahal secara realitas,
              kalau dirupiahkan menjadi Rp 700 perak. Baginya, tidak setara dengan jam kerja buruh selama
              45 jam selama satu minggu.

              "Sebagai pemimpin yang baik wajib memperhatikan aspirasi masyarakat bukan hanya kepada
              perintah atasan," tandasnya.






























                                                           395
   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401