Page 401 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 401

Ringkasan

              Dari tahun ke tahun upah buruh dan pekerja semakin terkebiri. Faktanya bisa dilihat dari awal
              terbentuknya sistem pengupahan, yakni sejak penetapan dengan mekanisme kebutuhan fisik
              minimun berganti menjadi kebutuhan hidup minimum.



              BURUH CIMAHI MINTA WALIKOTA TERAPKAN KEARIFAN LOKAL PENETAPAN UMK
              2022
              Dari tahun ke tahun upah buruh dan pekerja semakin terkebiri. Faktanya bisa dilihat dari awal
              terbentuknya sistem pengupahan, yakni sejak penetapan dengan mekanisme kebutuhan fisik
              minimun berganti menjadi kebutuhan hidup minimum.

              "Kemudian berganti lagi dengan dengan kebutuhan hidup layak yang dibatasi dengan peraturan
              pemerintah  nomor  78  tahun  2015,"  ungkap  Ketua  DPC  SPSI  Kota  Cimahi  Edi  Suherdi,  saat
              ditemui RRI ditengah aksi unjuk rasa buruh menuntut kenaikan UMK tahun 2022, di depan kantor
              Walikota Cimahi Jalan Raden Demang Harjakusumah Cibabat Kota Cimahi, Rabu (24/11/2021).

              Menurut Edi, saat ini upaya kebiri upah buruh dilakukan melalui UU Cipta Kerja nomor 11 tahun
              2020 atau Omnibus Law, dengan memakai standar PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan.

              "Aliansi serikat pekerja dan serikat buruh turun ke Jalan turun ke jalan untuk bertemu langsung
              dengan Walikota Cimahi, agar Walikota menetapkan UMK Cimahi sedikit keluar dari aturan yang
              sudah disampaikan oleh Kementrian tenaga kerja bahwa kenaikan upah di kota Cimahi berkisar
              antara 30 sampai 32 ribu karena menggunakan parameter PP Nomor 36 tahun 2021," ujarnya.

              "Untuk itu kami memohon kepada walikota Cimahi dengan kearifan lokal nya dan dengan dasar
              otonomi  daerahnya  berani  menetapkan  upah  minimum  kota  Cimahi  keluar  daripada  aturan
              peraturan pemerintah nomor 36 tahun 2021," imbuhnya.

              Edi menyebutkan, masalah kebutuhan hidup layak sedang dibahas dalam dalam rapat dewan
              pengupahan yang berlangsung di Masion Pine Hotel Padalarang hari ini, dimana hasilnya akan
              langsung diserahkan walikota kepada Gubenur Jawa Barat.

              Menanggapi aksi buruh, Plt Walikota Cimahi Ngatiyana menyatakan, besaran UMK Cimahi 2022
              dipastikan naik.

              "Besaran kenaikan diperkirakan mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) Jabar 2022 yang
              naik sebesar Rp.31.135,- atau naik sekitar 1 persen. Upah tahun 2021 di Kota Cimahi sebesar
              Rp 3.241.919,-," ujarnya.

              Menurut Ngatiyana, hari ini digelar rapat penetapan rekomendasi UMK oleh Dewan Pengupahan
              Kota Cimahi, karena besok tanggal 25 November 2021 batas akhir pengajuan rekomendasi ke
              Gubernur Jabar.
              Mengenai tuntutan buruh atas kenaikan UMK Cimahi sebesar 10 persen, Ngatiyana meminta
              semua pihak terkait melakukan komunikasi dan koordinasi.

              "Koordinasi yang paling penting. Untuk menentukan UMK nanti oleh Dewan Pengupahan beserta
              serikat pekerja/serikat buruh yang terdaftar," jelasnya.

              Pihaknya berharap penetapan UMK Cimahi 2022 berlangsung lancar dan disepakati semua pihak.
              Termasuk, menaati aturan terkait upah yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021



                                                           400
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406