Page 421 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 421
"Merupakan kebanggaan bagi saya, untuk memberikan sambutan, sekaligus melepas
keberangkatan anak-anak ku, Pekerja Migran Indonesia, untuk bekerja ke Taiwan," kata
Menaker Ida Fauziyah dalam siaran virtual, Selasa (23/11).
Dijelaskan, selama masa penutupan penempatan PMI yang dilakukan otoritas Taiwan sejak awal
Desember 2020, Kemnaker telah melakukan langkah-langkah untuk mengupayakan pembukaan
kembali. Sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh otoritas Taiwan.
Kemnaker juga terus menerus melakukan negosiasi dengan otoritas Taiwan. Baik melalui TETO
(The Taipei Economic and Trade Office) di Jakarta. Maupun dengan Kemnaker Taiwan di Taipei,
untuk meyakinkan otoritas Taiwan bahwa PMI siap untuk ditempatkan dengan pelaksanaan
Protokol Kesehatan(Prokes),ketat.
"Perjuangan kita semua pada masa pandemi Covid-19 ini cukup berat. Terutama yang harus
dilaluioleh anak-anak ku semua, dimana proses penempatan PMI ke Taiwan sempat tertunda
hampir 1 tahun," ungkap Ida Fauziyah.
Disebutkan, akhirnya pemerintah Taiwan membuka kembali penempatan PMI per 11 November
2021. Hal ini setelah pihak Indonesia mampu meyakinkan pihak Taiwan, melalui penerbitan SOP
(Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan Prokes. Terkait pencegahan penyebaran Covid-19
di perusahaan penempatan PMI (P3MI)dan Lembaga Pelatihan Kerja Luar Negeri (LPK-LN).
"Oleh karenanya, saya ucapkan selamat kepada anak-anak ku PMI, yang telah berhasil melalui
semua tantangan yang cukup berat itu," tutur Ida Fauziyah.
Dia berpesan kepada penanggung jawab P3MI dan BLKLN, agar komitmen untuk melaksanakan
SOP yng diterbitkan. Sehingga dapat menunjukkan keseriusan Indonesia, dalam pencegahan
dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Baik didalam negeri dan diluar negeri.
Kepada seluruh PMI, khususnya yang akan berangkat ke Taiwan hari ini, Menaker Minta untuk
menjadikan kesempatan bekerja di luar negeri ini, untuk mencari pengalaman yang bermanfaat.
Bukan hanya untuk memperoleh penghasilan yang memadai, saja.
Diingatkan bila menemui permasalahan di Taiwan, para PMI agar selalu berkomunikasi secara
baik dan menempuh prosedur penyelesaian masalah yang telah ditentukan. Pemerintah
Indonesia juga memiliki perwakilan di Taiwan, yaitu KDEI di Taipei, yng dapat membantu PMI,
jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Bekerjalah dengan penuh rasa syukur, sehingga dapat mencerminkan citra bangsa Indonesia.
Yaitu bangsa yang besar, bangsa yang santun, bangsa yang taat aturan dan bangsa yang unggul
sumber daya manusianya," tutur Ida Fauziyah. (ira).
420

