Page 507 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 507

Serang  masih  belum  memutuskan  besaran  kenaikan  UMK  untuk  tahun  2022  mendatang.
              Walikota Serang, Syafrudin, mengaku bahwa Pemkot Serang masih belum memutuskan besaran
              UMK di Kota Serang. Akan tetapi, usulan dari serikat pekerja akan dipertimbangkan bersama
              dengan unsur lainnya.

              "Kemudian  dari  unsur  pengusahha  juga  mengusulkan,  kalau  UMK  Kota  Serang  sebesar
              Rp3.850.000, sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) nomor36 tahun 2021," ujamya, Selasa
              (23/11).

              Oleh karena itu, Pemkot Serang akan mengakomodir berbagai usulan dari masing-masing unsur,
              dan mengajukannya ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, untuk menjadi pertimbangan
              penetapan besaran UMK.

              "Nanti  kamiakan  usulkan  ke  Gubernur  Banten  (Wahidin  Halim),  untuk  menjadi  kesepakatan
              berapa besaran pasti UMK di Kota Serang" ucapnya.

              Syafrudin  mengaku  bahwa  kenaikan  yang  diusulkan  oleh  kedua  belah  pihak  tersebut,  tidak
              terlalu besar dan dianggap masih wajar. 'Akan tetapi, Pemkot Serang tetap akan membahas dan
              menetapkan sesuai dengan kesepakatan bersama, sehingga dapat mencegah terjadinya gejolak.

              "Memang kenaikannya tidak seberapa permintaannya. Hanya memang kami menginginkan ada
              kesimpulan dari Gubernur Banten. Dari pengusulan serikat pekerja sebesar Rp3.900.000, dengan
              pengusulan pengusaha Rp3.850.000," ucapnya.

              Syafrudin pun menuturkan dengan adanya dua usulan dari masing-masing unsur, Pemkot Serang
              belum bisa memutuskan berapa angka pasti UMK Kota Serang pada 2022 mendatang. Sebab,
              dirinya akan menunggu hasil kajian dan kesimpulan, serta kesepakatan antar semua pihak.

              "lya,  kami  masih  menunggu  kajian  dari  gubernur  (Banten),  berapa  besarannya,'  tuturnya.
              Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kota Serang, Ikbal, mengatakan bahwa Pemkot Serang
              telah melakukan pertemuan dengan Dewan Pengupahan Kota, untuk membahas mengenai UMK
              Kota Serang tahun 2022.

              "Dalam proses diskusi hasilnya kami mengacu pada PP nomor 36 tahun 2021, yang mengatur
              UMK disemua wilayah;' ujarnya.

              Akan  tetapi,  ia  mengaku  tetap  saja  Pemkot  Serang  belum  bisa  'memutuskan  besaran  UMK,
              karena perlu adanya pembahasan lanjutan terkaitusulan dari Serikat Pekerja, yang menginginkan
              kenaikan upah sebesar 2,9 persen.

              "Jadi nanti kami akan melihat parameter inflasi dan pertumbuhan ekonomi,' katanya.

              Terpisah, Gubernur Banten, Wahidin Halim memastikan kenaikan UMP sebesar 1,63 persen, atau
              setara Rp40 ribu, Wahidin mengKlaim, angka kenaikan UMP diwilayahnya paling tinggi dibanding
              daerah lain.

              "Kita (UMP) Rp40 ribu kenaikannya daerah lain gak ada. DKI cuma Rp3? ribu. Paling tinggi itu
              (UMP Banten)," kata Wahidin kepada wartawan, Selasa (23/11).

              Dia pun mengatakan tidak akan mengubah keputusan tersebut meski mendapat penolakan dan
              ancaman  demo  besar-besaran  dari  serikat  buruh.  Dia  menilai  angka  tersebut  sudah  sesuai
              dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor36 tahun 2021 saja dalam penetapan UMP dan surat
              edaran Menaker.

              "Nggak apa apa. Saya berangkat dari ketentuan tadi hanya  melaksakanan surat edaran tadi
              (Menaker)?  Katanya,  Wahidin  mengatakan,  UMP  sebesar  1,63  persen  tersebut  diharapkan

                                                           506
   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512