Page 506 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 506
Orator unjuk rasa Adi Adrian mengatakan, pihaknya sedang menunggu rekannya melakukan
mediasi dengan Walikota Cilegon untuk merekomendasikan kenaikan UMK di Kota Cilegon.
"Kita disini sedang menunggu rekan kita yang sedang negosiasi dengan Walikota Cilegon, dari
kemarin mediasi dengan Walikota Cilegon tidak ada hasil” ujarnya.
"Dia jadi Walikota Cilegon dapat siapa? Dapat kita masyarakatyang memilih. Seharusnya
membela kita dan membuatkan rekomendasi kenaikan UMK buruh di Cilegon," tandasnya.
Tuntutan serupa disampaikan ribuan buruh yang tergabung dari berbagai serikat pekerja dan
aliansi yang ada di wilayah Tangerang Raya. Mereka mengawal sidang pleno Upah Minimum
Kabupaten/ Kota (UMK) dengan mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupetan
Tangerang.
Koordinator Aksi, Hadi mengatakan, dalam aksi tersebut, buruh menuntut adanya kenaikan upah
di tahun 2022. Mengingat, saat ini sektor perekonomian pada masa pandemi Covid-19
mengalami perbaikan.
"Disini kami mengawal sidang pleno yang digelar di Disnaker. Kami juga meminta agar UMK naik
menjadi 13,50 persen, lalu UMP Banten di tahun 2022 naik menjadi8,9 persen,' kata Hadi usai
melakukan orasi.
Terkait hal tersebut, lanjut Hadi, pihaknya berharap Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar
menerima aspirasi buruh tentang kenaikan upah di Kabupaten/Kota 'Tangerang.
"Kami harap apa yang kami sampaikan kepada pak Bupati bisa disampaikan kembali kepada
Gubernur Banten, Wahidin Halim,' ujarnya.
Sementara itu, dalam rapat pleno yang dilakukan oleh pihak Disnaker Kabupaten Tangerang
dengan perwakilan buruh serta dewan pengupahan untuk menentukan kenaikan atau besaran
UMK tahun 2022, Hasil keputusan sidang pleno ditetapkan bahwa UMK tahun 2022 di Kabupaten
'Tangerang, naik sekitar 10 persen atau sekitar Rp4.653.872.
Plt Kepala Disnaker Kabupaten 'Tangerang, Beni Rachmat mengatakan, besaran yang telah
disepakati mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 36 tahun 2021 tentang pengupahan.
"Kesepakatan menyampaikan UMK 2022 naik 10 persen dari UMK 2021, dan ini sudah melalui
perhitungan UMK pada kebijakan. di PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan,' katanya,
'Menurutnya, kenaikan tersebut berdasarkan dari beberapa fomuIasi, seperti inflasi sebesar 1,85
persen, pertumbuhan ekonomi7,10persen dan produktifitas 1,05 persen.
Koordinator Aksi, Edi Jayadimengatakan, berdasarkan kesepakatan dari hasil sidang pleno
tersebut, pihaknya menyetujui hasil kenaikan UMK yang ditetapkan.
"Ya kami setuju, walaupun tidak sesuai dengan tuntutan kami sebesar 13,50 persen. Namun,
angka yang telah disepakati itu masih bisa kami terima,' katanya.
Dengan hasil kesepakatan pada sidang pleno tersebut, lanjut Edi, pihaknya berharap Pemkab
Tangerang agar dapat merekomendasikan kenaikan tersebutkepada Gubernur Banten.
"Kami juga minta rekomendasi 10 persen itu dapat langsung direkomendasikan Bupati
Tangerang kepada Gubernur Banten. Dan nantinya, kami juga akan mengawal kembali
penetapan UMK 2022 agar sesuai dengan kesepakatan," ungkapnya.
Pada bagian lain, Serikat pekerja yang ada di Kota Serang mengusulkan kenaikan UMK 2022 naik
sebesar 2,9 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp3.911.000. Kendati demikian, Pemkot
505

