Page 501 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 501

Dia mengatakan, kenaikan UMK Cianjur sudah diketok palu bersama Dewan Pengupahan sekitar
              pukul 12.00 Wib siang kemarin.
              "Kami dari Apindo Cianjur tentunya akan menjalankan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah
              dalam hal ini PP No. 36 tahun 2021," kata Sutardi, saat dihubungi melalui sambungan telefon.

              Sutardi mengatakan, tak hanya tingkat kabupaten/ kota, Provinsi Jawa Barat pun sama mengikuti
              dan atau mengakomodir PP No. 36 tahun 2021.

              "Pada  saat  pemerintah  menciptakan  Undang-undang  Cipta  Kerja,  tentunya  dengan  segala
              pertimbangan yakni agar bisa mendatangkan investor masuk ke Indonesia sehingga bisa tercipta
              lapangan pekerjaan," jelasnya.

              Menurutnya,  munculnya  Undang-undang  Cipta Kerja  merupakan  hasil dari  pembahasan para
              anggota dewan di pusat dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
              "Saya  rasa  tidak  ada  salahnya  untuk  menghormati  apa  yang  menjadi  keputusan  terbaik
              pemerintah," ucapnya. Adapun buruh Cianjur saat ini yang turun ke jalan untuk menyuarakan
              tidak setuju dengan kenaikan upah sesuai dengan PP No. 36 dianggap wajar-wajar saja.

              "Saya merasa wajar-wajar saja bagi sebagain buruh Cianjur yang melakukan aksi unjuk rasa dan
              menyuarakan  tidak  setuju  kenaikan  UMK  Cianjur  tahun  2022,"  paparnya.  Pria  yang  akrab
              dipanggil Atat ini mengungkapkan, Apindo Cianjur saat ini mengakomodir PP No. 36 tahun 2021.

              "Saya masih belum menghitung berapa kenaikan upah Cianjur yang sebenarnya setelah hasil
              pleno," tandasnya.

              (yis/sri)

              Caption:

              GAGAL  AKSI:  Ribun  buruh  di  Cipanas  sempat  gagal  aksi  didepan  istana  Cipanas  dalam
              menyampaikan aspirasi menolak upah murah di Cianjur.





































                                                           500
   496   497   498   499   500   501   502   503   504   505   506