Page 511 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 511

Dari 34 provinsi, sebanyak 32 provinsi sudah menetapkan besaran dan kenaikan UMP tahun
              2022.
              Dari  data  kenaikan  UMP  tahun  2022,  upah  terbesar  adalah  di  Jakarta  yang  mencapai  Rp
              4.452.724.

              UMP tahun 2022 terbesar kedua adalah di Papua yang mencapai Rp 3.561.932.

              Sedangkan UMP tahun 2022 terbesar ketiga adalah Sulawesi Utara (Sulut) sebesar Rp 3.310.723.

              Besaran UMP tahun 2022 tersebut hanya mengalami kenaikan yang tipis dibandingkan tahun
              2021.

              Seperti diumumkan Kementerian Ketenagakerjaan, besaran kenaikan UMP tahun 2022 sangat
              kecil.

              Hal ini karena kondisi ekonomi dan inflasi yang menjadi dasar perhitungan UMP, bernilai kecil.

              Kementerian Ketenagakerjaan mencatat UMP pada tahun 2022 naik rata-rata sebesar 1,09%.
              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan besaran kenaikan UMP itu saat menggelar
              konferensi pers tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum Pekerja 2022 pada 16 November
              2021.

              Kebijakan  penetapan  Upah  Minimum  diatur  dalam  Undang-undang  Nomor  11  Tahun  2020
              tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Besaran UMP terendah tahun 2022 adalah di Jawa Tengah Rp 1.813.011. Tahun 2021, besaran
              UMP Jawa Tengah sebesar Rp 1.798.979.

              UMP terendah kedua tahun 2022 adalah Yogyakarta yang sebesar Rp 1.840.951. Lalu UMP tahun
              2022 terendah ketiga adalah di Jawa Barat Rp 1.841.487.
              Daftar UMP tahun 2022 Dikutip dari Kontan.co.id, berikut daftar UMP tahun 2022 di sejumlah
              daerah per Minggu 21 November 2021: Para gubernur di Indonesia telah menetapkan upah
              minimum di masing-masing wilayahnya. Tercatat, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022
              rata-rata naik 1,09%.
              Besaran  UMP  tahun  2022  di  daerah  lain  masih  menunggu  keputusan  gubernur.  Sebagai
              perbandingan,  berikut  daftar  UMP  tahun  2021  Direktur  Eksekutif  Indef,  Tauhid  Ahmad,
              memprediksi tingkat konsumsi masyarakat akan turun seiring dengan kenaikan UMP 2022 yang
              relatif  rendah  dibanding  tahun-tahun  sebelumnya.  Sebab,  tahun  depan  diproyeksikan  inflasi
              mendekati 3%.

              "Bagaimana bicara daya beli optimal, konsumsi mereka akan menyesuaikan," ucap Tauhid.

              Dia  khawatir  kenaikan  UMP  yang  rendah  ini  berdampak  pada  tidak  diimpelementasikannya
              kenaikan tersebut di lapangan. "PP 36/2021 jadinya kontraproduktif," ujar Tauhid.

              Tauhid  menilai,  kenaikan  UMP  tidak  akan  sampai  3%  pada  tahun-tahun  berikutnya,  meski
              ekonomi  sudah  membaik  ke  depannya.  Lebih  lanjut,  Tauhid  menilai  UMP  tidak  serta  merta
              menjadi  instrumen  untuk  mengentaskan  kemiskinan.  Sebab,  untuk  pengentasan  kemiskinan
              diperlukan adanya penciptaan lapangan kerja.

              "Tergantung katakanlah kalau misalnya ada investasi baru masuk dengan standar upah yang
              seperti ini. Mungkin dari sisi itu bisa mendorong katakanlah orang yang menganggur atau berada
              di bawah garis kemiskinan bisa mendapatkan pekerjaan karena upah yang seperti ini. Tapi saya

                                                           510
   506   507   508   509   510   511   512   513   514   515   516