Page 516 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 516

DEMI PEMERATAAN KESEJAHTERAAN PESEPAK BOLA, APPI DORONG PEMAIN LIGA
              3 JADI PROFESIONAL | BOLAINDO
              APPI  (Asosiasi  Pesepak  Bola  Profesional  Indonesia)  saat  ini  tengah  berupaya  agar  seluruh
              pesepak bola di Tanah Air mendapatkan jaminan sosial yaitu BPJS.

              Bekerja  sama  dengan  pemerintah  melalui  Kemnaker  (Kementerian  Ketenagakerjaan),  upaya
              APPI sudah mendapatkan sinyal bagus dari sejumlah klub.

              Hal ini juga didukung oleh PT LIB dan PSSI sehingga perlindungan kesehatan dan kesejahteraan
              pemain lebih terjamin.

              Bahkan, PT LIB merencanakan keanggotaan BPJS pemain sebagai syarat yang harus dipenuhi
              klub pada musim ke depan.

              Namun, fokus APPI dan Kemnaker saat ini masih di lingkup di Liga 1 dan Liga 2.

              Adapun sebanyak 16 dari 18 klub Liga 1 sudah sepakat untuk mendaftarkan pemainnya ke BPJS
              Ketenagakerjaan.

              Kemudian, beberapa klub di Liga 2 juga sudah mengikuti langkah tersebut.

              Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan akan membuat pemain mendapatkan jaminan kesehatan,
              jaminan kematian, dan jaminan kecelakaan kerja.

              Akan tetapi, jaminan sosial masih belum menyentuh para pemain di klub Liga 3.

              Hal ini dikarenakan para pemain Liga 3 bekerja tanpa kontrak profesional sehingga dinilai masih
              di level amatir.

              Para  pesepak  bola  sendiri  dinyatakan  sebagai  profesional  jika  terikat  kontrak  dengan  klub,
              sebagaimana regulasi FIFA.

              Regulasi  FIFA  ini  berbeda  dengan  Kemnaker  yang  menjadikan  ukuran  upah,  perintah,  dan
              pekerjaan untuk menyatakan seorang profesional atu pekerja.

              “Kami  pernah  mempertanyakan  hal  ini  (status  profesional  pemain)  kepada  perwakilan  FIFA
              ketika launching NRDC,” kata Legal APPI, Jannes Silitonga, dalam jumpa pers di kawasaan Blok
              M, Jakarta Selatan, yang juga dihadiri Kompas.com, Senin (22/11/2021).
              “Atlet yang disebut amatir dan profesional itu perbedaannya adalah pada kontrak pemain.”


              “Pada saat pemain tersebut membuat kontrak dengan klubnya, itu sudah disebut profesional.”
              “Kenapa? Karena dengan adanya kontrak, sengketa bisa diproses secara keolahragaan lewat
              NDRC.” “Kalau tidak ada kontrak, maka tidak bisa diproses karena tidak dalam level profesional
              atau masih amatir,” katanya menjelaskan.

              Adapun faktor yang membuat para pemain Liga 3 bekerja tanpa kontrak adalah kompetisi yang
              berjalan singkat.

              Meski fokus jaminan sosial masih di Liga 1 dan Liga 2, APPI bertekad melakukan pemerataan
              untuk semua pemain, dalam hal ini menyangkut pemain Liga 3.

              APPI sendiri tengah berupaya melakukan pendekatan ke klub Liga 3. Sebab, mereka menilai para
              pemain Liga 3 merupakan profesional, meski kompetisi berjalan singkat.



                                                           515
   511   512   513   514   515   516   517   518   519   520   521