Page 526 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 526
Indonesia dalam setahun memiliki 20 hari libur, belum termasuk adanya jadwal cuti bersama,
cuti tahunan, curi kelahiran anak, dan lain-lain. Sementara di Thailand, dalam setahun hanya
ada kurang lebih 15 hari libur saja. Dengan semakin sedikitnya jam kerja, Dita menambahkan,
output atau hasil kerja yang diberikan buruh di Indonesia pun tergolong minim.
"Komparasinya itu di situ, karena nilai jam kerja jadi lebih sedikit, makanya upah itu ketinggian,
enggak sesuai dengan produktivitas jam kerja dan efektivitas tenaga kerja," papar Dita.
"Artinya kalau upah enggak cocok dengan outputnya, kesimpulannya upah kita terlalu tinggi,"
katanya.
Sikap yang diberikan pemerintah tersebut mendapat reaksi keras dari kelompok buruh. Presiden
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menepis pendapat Menaker Ida yang
mengatakan upah minimum di Indonesia sudah terlalu tinggi. Dia pun membeberkan data milik
World Data yang menyatakan upah minimum Indonesia masih di bawah beberapa negara Asia
Tenggara seperti Vietnam, Singapura hingga Malaysia. Namun, hanya sedikit lebih tinggi
dibandingkan Kamboja, Laos hingga Myanmar.
Iqbal pun membandingkan data tersebut dengan yang dimiliki Organisasi Buruh Internasional
(ILO) yang berkantor di Jakarta. Menurut ILO, upah rata-rata buruh di Indonesia hanya berada
pada kisaran USD 174 per bulan, atau setara Rp 2,47 juta (kurs Rp 14.200 per dolar AS).
Selain itu, Iqbal juga mempertanyakan perbandingan produktivitas buruh Indonesia yang dinilai
rendah. Menurutnya, wajar saja angkanya rendah, sebab indikator yang ada dibagi dengan
jumlah angkatan kerja yang besar, belum ditambah pengangguran yang mustinya jadi tanggung
jawab pemerintah.
Diutarakan Iqbal, perbandingan produktivitas semustinya dilakukan secara sektoral, semisal
pariwisata di Bali dan Phuket, Thailand.
Dia mengatakan, Pulau Dewata merupakan 3 besar destinasi wisata dunia. Sementara Phuket
hanya berada di posisi 20 besar. Tapi kenyataannya, upah minimum di Bah masih lebih rendah
dibandingkan Phuket
"Upah minimum Bali Rp 2,5 juta, sementara Phuket Rp 4,1 juta. Produktif yang mana? Ya jelas
Bali, dengan upah sebesar itu jadi destinasi terbesar ketiga dunia," serunya.
Tak Sesuai Inflasi
Kenaikan UMP 1,09% pun diklaim tak masuk akal karena masih lebih kecil daripada angka inflasi.
Iqbal mencontohkan, Jawa Barat memiliki inflasi 1,79%, lebih besar dibanding rata-rata UMP
nasional.
"Masa upah naik 1,09%, inflasi 1,79 persen, upahnya jadi di bawah inflasi? Sudah pasti buruh
nombok karena lebih besar inflasi, belum lagi harga yang naik," singgung Iqbal.
Upah minimum yang naik sedikit itu dikatakannya memberi kesan bahwa pemerintah tidak peduli
nasib buruh. Dia menegaskan, jika pemerintah ingin memiskinkan buruh, sebaiknya tidak perlu
dilakukan.
"Mending tidak naik saja. Buruh nombok karena upah naik di bawah inflasi. Kalau ingin
memiskinkan buruh mendingan tidak usah ada kenaikan," tegas Iqbal. (Llputan6.com)
525

