Page 314 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 NOVEMBER 2019
P. 314
Pub. Date 01 November 2019
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4101038/yogyakarta-tetapkan-ump-2 020-
Page/URL
sebesar-rp-17-juta
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama dengan Dewan
Pengupahan menyepakati Upah Minimum Provinsi ( UMP ) DIY 2020 sebesar Rp 1,7
juta, naik Rp 133 ribu dari UMP 2019.
Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat koordinasi tentang UMP dan UMK antara
Gubernur DIY, bupati/wali kota se-DIY bersama Dewan Pengupahan DIY.
"Rapat koordinasi bersepakat UMP sesuai dengan PP 78 tahun 2015 dengan
kenaikan 8,51 persen dari UMP 2019. Besarannya menjadi Rp 1,7 juta," kata Kepala
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung Prihadi Santosa
dikutip dari Antara, Jumat (1/11/2019).
Andung mengatakan besaran UMP 2020 yang telah disepakati itu kemudian
ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY pada 1 November 2019.
Selain UMP, lanjut dia, upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020 untuk empat
kabupaten dan satu kota di DIY juga telah disepakati.
UMK untuk Kota Yogyakarta disepakati sebesar Rp 2 juta, untuk Kabupaten Bantul
disepakati Rp1,79 juta, Kulon Progo Rp 1,75 juta, Sleman Rp 1,84 juta, dan Gunung
Kidul Rp 1,70 juta.
Ia mengatakan UMK di DIY akan ditetapkan melalui SK bupati/wali kota pada 2
November atau sehari setelah penetapan UMP DIY. "Setelah UMK ditetapkan maka
UMP tidak berlaku lagi," kata dia.
Andung menjelaskan penghitungan UMP maupun UMK 2020 di DIY berpegang pada
formula yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015
tentang Pengupahan dengan menggunakan komponen angka inflasi maupun angka
pertumbuhan ekonomi nasional mengacu surat edaran Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi.
Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi ( UMP
Page 313 of 328.

