Page 105 - Filsafat Illmu dan Rekonstruksi Teori - Markani
P. 105

huruf  alfabetik  sebagai  teknologi  komunikasi  informasi  yang
               revolusioner.  Begitu  pula  dengan  penggantian  pandangan
               organismik  Aristoteleian  dengan  pandangan  mekanistik
               Newtonian  diawali  oleh  penemuan  revolusioner  berikutnya
               dibidang komunikasi informasi (Revolusi Gutenberg). Revolusi
               Gutenberg  merupakan  revolusi  yang  bermula  dengan
               ditemukannya mesin cetak tipografis manual oleh Gutenberg.
               Revolusi teknologi inilah yang memicu lahirnya sains modern.
                       Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa lahirnya
               teknologi  pada  dasarnya  jauh  mendahului  kelahiran  sains
               modern.  Namun,  dengan  klahiran  sains  modern,  maka  ada
               hubungan timbal balik yang positif antara sains, teknologi dan
               ekonomi  yang  memungkinkan  revolusi-revolusi  sains  dan
               teknologi berikutnya.
                       Saat  ini,  kita  berada  pada  zaman  informatik,  namun
               indonesia masih belum mampu menjadi negara industri yang
               tangguh.  Hal ini disebabkan karena tidak terdapat lingkaran
               positif  yang  baik  antara  lembaga  pengembangan  sains,
               lembangan      pengembangan      teknologi    dan    lembaga
               pengembangan ekonomi. Ketejalinan ketiga lembaga tersebut
               merupakan  akselerator  bagi  pengembangan  ekonomi  di
               negara maju.

               5.3. Posisi Teknologi di Masa Depan
                       Menginjak abad 21, perkembangan ilmu pengetahuan
               dan teknologi terkesan begitu pesat. Abad yang lebih dikenal
               dengan  era  global,  suatu  era  yang  digambarkan  sebagai
               kehidupan  masarakat  dunia  yang  menyatu.  Secara  popular
               “globalisasi” menyebarnya segala sesuatu secara sangat cepat
               ke seluruh dunia. Globalisasi merupakan proses yang bersifat
               dua  arah  (a  two  –  way  process).  Globalisasi  juga  berarti
               melokalnya hal-hal dari luar (Mochtar Buchori, 2001:46).



                                             96
                                                    Filsafat Ilmu & Rekonstruksi Teori
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110