Page 40 - Favor Of God (E-Book)
P. 40

waktu 3 minggu untuk mengerjakan, sedangkan bagian yang harus
                         diperbaiki lumayan banyak. Keadaan ini memaksa saya harus fokus
                         dan mengambil banyak waktu untuk mengerjakan tesis. Setiap hari
                         saya berada di perpustakaan untuk riset. Masih teringat dengan
                         jelas jam 8 pagi sudah ada di perpustakaan dan non-stop hingga
                         jam 12 malam. Jika dirata-rata saya menghabiskan waktu 16 jam di
                         perpustakaan, karena takut kehilangan fokus, saya suka lupa makan
                         bahkan sampai rekan mahasiswa lain yang membantu saya belikan

                         makanan.
                             Kerja keras yang saya lakukan membuahkan hasil di mana dalam
                         waktu 2 hari, saya menyelesaikan dan 2 yang berisi penelitian teks
                         1 Petrus 5:1-4. Bukan waktu yang sedikit di mana saya berhadapan
                         dengan buku bahasa Inggris yang tebalnya minta ampun, berjumpa
                         dengan bahasa Yunani, Ibrani dan belum lagi menganalisis kata
                         demi kata hingga memahami konteks mula-mula. Pekerjaan yang

                         melelahkan namun menghasilkan kepuasan bagi saya ketika satu
                         bab terselesaikan.
                             Ketika bab 1 dan 2 sudah selesai, saya bertemu dosen pembimbing
                         untuk konsultasi hasil pekerjaan saya. Masalah kembali muncul
                         seperti waktu ujian proposal, saya harus mencari sumber yang valid
                         dan mendukung pokok pembahasan saya. Dengan kata lain, saya
                         harus merombak semua yang sudah saya tuliskan. Hari itu terasa
                         sangat gelap, pikiran tidak karuan, dada sesak hingga ketakutan
                         gagal besar menghantui. Akhir dari bimbingan, dosen pembimbing

                         meminta saya untuk membawa satu buku tafsiran teks 1 Petrus dan
                         akan didiskusikan esok harinya. Tidak ada yang dapat saya lakukan
                         pada malam itu selain masuk ke dalam kamar, menyembah Tuhan
                         dan berdoa. Karena begitu sesaknya keadaan yang saya alami hingga
                         waktu berdoa tidak ada kata-kata yang keluar, hanya air mata yang
                         tidak  henti  mengalir  sebagai  tanda  ketidakberdayaan.  Waktu  itu
                         saya berdoa dalam hati dengan sederhana, “Tuhan kiranya Engkau

                         memperhatikan keadaanku saat ini, nyatakanlah mukjizat pada saat diskusi


                          32   Favor of God
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45