Page 35 - Favor Of God (E-Book)
P. 35
tamu penerbit buku Gandum Mas, hingga harus cari makanan yang
low budget tapi porsi besar tapi enak.
Terkadang muncul rasa iri ketika saya melewati “proses perampingan”
tersebut. Terutama ketika melihat rekan kuliah lainnya naik pesawat
bisa cepat sampai, saya naik kereta api sampai sakit, mereka tiba di
kampus sudah disediakan akomodasi dan makanan, sedangkan saya
harus nginep di luar kampus dan masih berpikir mau makan apa.
Namun, di balik situasi ini saya menyadari akan pentingnya proses
bagi saya secara pribadi, khususnya dalam keadaan yang terbatas,
saya melihat Tuhan bekerja dalam kehidupan saya.
Beberapa pengalaman mukjizat yang saya alami: Pertama, Tuhan
senantiasa mencukupkan biaya perkuliahan yang saya butuhkan.
Ketika saya lanjut studi, saya tidak terikat pada gereja manapun,
karena ingin fokus kuliah. Kalaupun saya membantu pelayanan di
sebuah gereja, sifatnya volunteer dan tidak mendapat persembahan
kasih dari gereja. Artinya, saya tidak memiliki pemasukan rutin
setiap bulannya, hal ini tentunya menjadi dorongan bagi saya untuk
berharap sepenuhnya kepada Tuhan.
Kedua, Tuhan mempertemukan saya dengan beberapa orang
untuk menolong saya. Saya bertemu dengan gembala sidang yang
mengizinkan saya tinggal di pastori gereja selama beberapa kali.
Tuhan juga mempertemukan saya dengan seorang bapak yang
sebelumnya saya tidak kenal dan belum pernah bertemu, bisa kenal
lewat teman saya yang di mana melalui pertemuan tersebut beliau
digerakkan Tuhan untuk membantu saya dalam pembelian buku-
buku kuliah.
Ketiga, ketika ada kelas mendadak di luar jadwal yang ditetapkan.
Hal ini disebabkan oleh dosen mata kuliah yang tidak dapat mengajar
pada jadwal yang sudah disepakati. Seperti biasanya, untuk kali ini
biaya kuliah, akomodasi dan makan sudah tercukupi. Uang sisa yang
saya miliki tinggal Rp 100.000,- dan jumlah tersebut tidak cukup
untuk beli tiket kereta sekali jalan, selain itu pemesanan tiket kereta
Favor of God 27