Page 31 - E-Modul Fisika SMA Pemanasan Global
P. 31
Kurikulum
Merdeka
M
E
E
P
I
R
E
B
N
MATERI PEMBELAJARAN
L
A
M
A
R
A
J
A
T
3. Penggunaan Freon dalam Kehidupan Sehari-hari
Pernahkah Kalian mendengar nama Freon? Benda apa saja yang
berhubungan dengan Freon? Freon adalah nama dagang dari senyawa
klorofluorokarbon. Senyawa ini mengandung 3 jenis atom dari unsur klor
(Cl), fluor (F), dan karbon (C). Klorofluorokarbon sering ditulis dan disebut
sebagai CFC. Freon umumnya berupa gas tidak berwarna atau cairan yang
tidak berwarna yang mudah menguap pada suhu kamar. Gas CFC digunakan
dalam berbagai perangkat rumah tangga seperti AC, kulkas, dan bahan
aerosol. Namun, penggunaan berlebihan CFC dapat mengakibatkan
penipisan lapisan ozon. Karena gas CFC termasuk senyawa kimia yang stabil
dan tidak mudah diuraikan, maka gas CFC dapat mencapai lapisan stratosfer
di mana lapisan ini terdapat ozon. Ketika mencapai lapisan stratosfer, gas
CFC akan dipacah oleh radiasi sinar UV kemudian terurai dan melepaskan
atom-atom klorin. Atom klorin akan bereaksi dengan ozon secara terus-
menerus sehingga terjadi penipisan lapisan ozon. Penipisan lapisan ozon ini
memiliki dampak berupa peningkatan paparan sinar UV yang berbahaya ke
permukaan bumi.
4. Aktivitas Peternakan
Industri peternakan sapi menghasilkan gas metana (CH4) yang sangat
besar ke atmosfer yang juga berkontribusi mengakibatkan pemanasan
global. Gas metana dihasilkan dari kotoran sapi dan gas buangan sapi yang
diproduksi oleh bakteri pengurai selulosa di dalam perut sapi. Hampir
setengah dari penyebab pemanasan global disebabkan oleh hal ini karena
masifnya industri ini di seluruh dunia.
5. Aktivitas Pertanian (Pemupukan, drainase dan pengolahan lahan)
Gas rumah kaca yang banyak diemisikan dari sektor pertanian meliputi
nitrogen oksida (NOx), CO₂ dan metana (CH4). Pada tahun 2010, tercatat 4,69
miliar ton emisi GRK yang setara CO₂ diemisikan sektor pertanian.
Nitrogen dioksida merupakan emisi yang dihasilkan dari proses
pembusukan oleh mikroba ketika menguraikan nitrogen dari dalam tanah
maupun kotoran ternak. Kondisi ini terjadi saat petani menggunakan pupuk
kimia sintetis yang kaya akan nitrogen.
Emisi dihasilkan oleh tanah saat bahan CO₂ organik membusuk dengan
bantuan oksigen (aerobik). Sumber utama emisi CO₂ sektor pertanian adalah
dari drainase dan pengolahan. Saat lahan dikeringkan untuk diolah, bahan
organik dalam tanah membusuk cepat dan melepas CO₂.
Emisi gas CH4 dalam kegiatan pertanian dihasilkan dari proses penguraian
bahan-bahan organik secara anaerob oleh bakteri tertentu (metanogen). Gas
CH4 yang dihasilkan dari pembusukan bahan organik dalam proses anaerob
menyumbang 50% total emisi GRK dari sektor pertanian.
MENU UTAMA