Page 15 - BULETIN 1156
P. 15
Program Merdeka Belajar
Masih Banyak Kekurangan
nggota Komisi X DPR tentang Merdeka Belajar dan Kampus
RI Ferdiansyah menilai Merdeka.
program pemerintah “Setelah kita cermati dari berbagai
A berupa Merdeka Belajar, masukan pada diskusi di IPB, dapat
termasuk Kampus Merdeka masih disimpulkan memang apa yang MERDEKA BELAJAR
memiliki banyak kekurangan. Dari kami khawatirkan untuk mendukung DAN KAMPUS
mulai konsep sampai dasar hukumnya program Pak Presiden mengenai SDM MERDEKA MERUPAKAN
ternyata belum tersampaikan secara Unggul dalam kaitan Merdeka Belajar PROGRAM MENUJU
komprehensif oleh Kementerian dan Kampus Merdeka, nampaknya SDM UNGGUL YANG
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan masih banyak kekurangan. Oleh DICANANGKAN
Teknologi (Kemendikbudristek) kepada karena itu, guna mendorong atau
Komisi X DPR RI. mendukung program Pak Jokowi PRESIDEN JOKO
Merdeka Belajar dan Kampus tersebut ada beberapa hal yang WIDODO
Merdeka merupakan program menuju memang harus dilakukan,” kata Ferdi.
SDM Unggul yang dicanangkan Pada awal program ini diberlakukan Nomor 22 Tahun 2020 tentang
Presiden Joko Widodo. Saat berbicara Desember 2019, sebut Ferdi, pihaknya Rencana Strategis Kemendikbud Tahun
di Institut Pertanian Bogor (IPB), belum menerima dasar hukumnya. 2020-2024. Dalam Permendikbud itu
Bogor Jawa Barat, Jumat (18/6), Dasar hukum baru muncul setelah dituangkan soal Kampus Merdeka dan
Ferdi mengungkapkan Komisi X program ini berjalan setahun. Dasar Merdeka Belajar.
DPR RI belum menerima konsep hukum yang dimaksud adalah Kebijakan ini, lanjut Ferdi, untuk
berupa tulisan atau kajian akademis Peraturan Mendikbud (Permendikbud) memulai perubahan paradigma
pendidikan tinggi agar lebih otonom
dengan kultur pembelajaran yang
inovatif. “Sampai saat ini Komisi X
memang belum menerima konsep
utuh Merdeka Belajar secara umum
maupun kebijakan Kampus Merdeka
secara khusus. Bahan yang kami
terima selama ini dalam bentuk power
point, sehingga kami belum bisa
membaca secara komprehensif
mengenai konsep besarnya tetmasuk
Anggota Komisi X DPR RI
Ferdiansyah. Foto: Azka/jk landasan hukumnya,” urai politisi
Fraksi Partai Golkar itu.
Ditegaskan kembali oleh Ferdi
bahwa konteks program Merdeka
Belajar dan Kampus Merdeka adalah
menciptakan SDM unggul yang pada
gilirannya menciptakan kesejahteraan
masyarakat. Dan kunjungan Komisi X
ke IPB ini, kata legislator dapil Jawa
Barat XI tersebut, untuk mendapat
masukan dan pandangan kritis dari
para akademisi kampus soal Merdeka
Belajar dan Kampus Merdeka. azk/sf
Nomor 1156/IV/VI/2021 • Juni 2021 15

