Page 14 - BULETIN 1182
P. 14
BULETIN Parlementaria
Komisi VII: Nuklir Energi
KOMISI VII • DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Baru yang Bersih dan Layak
Dikembangkan
akil Ketua Komisi VII
DPR RI Eddy Soeparno
mengatakan nuklir
W sebagai salah satu
energi baru yang bersih dan layak
untuk dikembangkan di Indonesia.
Pihaknya berharap ke depannya
Indonesia bisa memanfaatkan energi
nuklir untuk kegunaan dan manfaat
yang lebih besar, di antaranya untuk
pembangkit listrik.
“Sebagai negara yang memang
menargetkan bahwa EBT (Energi Baru
dan Terbarukan) yang sangat tinggi
ke depannya, nuklir menjadi salah
satu alternatif kita,” ucap Eddy saat
memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno saat memimpin Kunspek Komisi VII DPR RI ke DIY. Foto: Eno/nvl
Komisi VII DPR RI ke DIY mengunjungi
Reaktor Nuklir Kartini BRIN di relatif di daerah-daerah yang memang kapasitasnya hanya 100 KW,” ujar Eddy.
Yogyakarta, Kamis (20/1). memiliki kontur tanah dan lahan yang Politisi Partai Amanat Nasional
Dari aspek biaya, aspek keamanan memang cocok seperti di Kalimantan (PAN) tersebut menambahkan, Komisi
dan aspek lokasi, menurut Eddy Barat dan di Bangka Belitung. VII DPR RI sudah melihat bahwa
untuk pembangunan reaktor nuklir “Ke depannya kami berharap hasil-hasil produk yang memang
cukup terbatas di Indonesia, tetapi bahwa memang akan ada peningkatan merupakan pengembangan dari riset
menurutnya hal ini bisa dikembangkan, kapasitas dan teknologi, karena dan pengembangan teknologi nuklir
apalagi teknologi nuklir ini sudah bisa memang reaktor ini sudah relatif itu sudah layak untuk dijadikan bahan
mengembangkan pembangkit listrik tua usianya, sudah dibangun dan untuk ekspor, akan tetapi masih butuh
nuklir modular, yang tidak perlu biaya beroperasi sejak Tahun 1979, jadi lagi fasilitas riset yang lebih mumpuni,
besar, tidak perlu pembangkit dengan memang diperlukan peremajaan yang lebih maju secara teknologi, dan
kapasitas besar, dan bisa dibangun dan peningkatan kapasitas, karena lebih up to date secara teknologi.
“Saya kira Indonesia sebagai negara
besar yang memiliki kemampuan untuk
menyerap berbagai hasil teknologi
dari nuklir, termasuk mengekspornya.
KE DEPANNYA KAMI BERHARAP BAHWA MEMANG Saya kira merupakan salah satu
AKAN ADA PENINGKATAN KAPASITAS DAN negara dengan peluang besar untuk
TEKNOLOGI, KARENA MEMANG REAKTOR INI SUDAH bisa menggunakan nuklir ini untuk
RELATIF TUA USIANYA, SUDAH DIBANGUN DAN pengembangan hal-hal yang sifatnya
tidak hanya untuk pembangkit listrik,
BEROPERASI SEJAK TAHUN 1979, JADI MEMANG tetapi juga untuk aspek pertanian
DIPERLUKAN PEREMAJAAN DAN PENINGKATAN misalnya,” ungkap legislator dapil Jawa
KAPASITAS, KARENA KAPASITASNYA HANYA 100 KW Barat III tersebut. eno/sf
14 Nomor 1182/II/I/2022 • Januari 2022

