Page 15 - BULETIN 1180
P. 15
Komisi IX Berharap Adanya
Kolaborasi Institusi
Pendidikan Cegah Stunting
nggota Komisi IX DPR RI hidup bersih dan
Netty Prasetiyani berharap sehat sehingga ini bisa
institusi pendidikan di menurunkan risiko
A libatkan melalui skema stunting saat mereka
kolaboratif dalam langkah awal berkeluarga dan
program percepatan penurunan memiliki keturunan,”
stunting. Ia juga mengungkapkan tuturnya usai mengikuti Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. Foto: Novel/nvl
pentingnya memberikan materi Kunjungan Kerja Spesifik
pembelajaran maupun pengetahuan Komisi IX DPR RI ke Kota Bekasi, Jawa Dalam kunjungan kerja tersebut,
mengenai perilaku hidup bersih Barat, Selasa (30/11). politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
dan sehat pada para pelajar untuk Selanjutnya, Netty turut ini mengapresiasi Kota Bekasi yang
mencegah terjadinya stunting ketika menambahkan dalam mengatasi mampu menurunkan angka prevalensi
mereka sudah berkeluarga. stunting sendiri tidak bisa hanya stunting ke 7,56 persen pada tahun
“Kita berharap stunting yang menggunakan cara yang biasa 2021. Walaupun ada 2 aksi dari total
sudah menjadi program prioritas tetapi harus ada cara extraordinary 8 aksi integrasi untuk memperkuat
nasional ini bisa dilakukan dengan dengan mengkombinasikan kemajuan efektivitas intervensi penurunan
pendekatan skema kolaboratif, jadi teknologi. Hadirnya berbagai program stunting yang belum dilaksanakan
tidak hanya melakukan intervensi di aplikasi dari Dinas Kesehatan Kota menurut Dinas Kesehatan yaitu aksi
titik hilir, tetapi juga melakukan upaya Bekasi seperti Cicilan Sanitasi (Cisani), ke-6 (Sistem Manajemen Data) dan
promotif di titik hulu, yaitu melibatkan Gemari Ceria, dan lainnya, tentu aksi ke-7 (Pengukuran dan Publikasi
institusi pendidikan sekolah-sekolah. dapat memudahkan pekerjaan Dinkes Stunting). Dua aksi ini diketahui
Hal itu tentu saja akan membangun untuk bisa mengakselerasi capaian belum bisa dilaksanakan karena Kota
pengetahuan dikalangan remaja dan percepatan penurunan angka stunting Bekasi masih fokus pada penanganan
pelajar tentang bagaimana perilaku di Kota Bekasi. pandemi Covid-19. nvl/sf
sama, politisi Partai Persatuan “Apakah perkembangan
Pembangunan (F-PPP) itu juga kognitifnya perkembangan
menyoroti intervensi pemerintah Kota otaknya sesuai tidak dengan
Tangerang dalam menangani stunting. umurnya. Jadi itu juga bisa
Ia menilai, paparan yang disampaikan mengukur anak itu sudah cukup
perlu penjelasan lebih mendalam gizi atau tidak kita dikarenakan
karena kurang dijelaskan mengenai kita ketahui kalau anak tidak sehat
mekanisme dan teknis dalam anak kurang gizi kurang cerdas
penanganannya di masyarakat. kurang bisa,” sambungnya. hal/sf
Nurhayati melanjutkan,
penanganan stunting dengan
intervensi secara langsung
menurutnya akan memberikan
dampak yang lebih terasa. Selain itu, Anggota Komisi IX DPR RI
Nurhayati. Foto: Hira/nvl
menurutnya, stunting ini tidak hanya
dinilai dari aspek pertumbuhan anak,
melainkan juga perkembangannya.
Nomor 1180/II/XII/2021 • Desember 2021 15