Page 21 - BULETIN 1204
P. 21

Tren Pariwisata                                                 RI dengan Komisi X, pihaknya juga
                                                                               mencatat ada beberapa permasalahan
      BK • DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA  Berubah, BK DPR         daerah, kelembagaan pariwisata, tata
                                                                               di UU Kepariwisataan. Misalnya masalah
                                                                               regulasi antara pemerintah pusat-

                                                                               kelola, serta sumber daya manusia
               Gelar FGD UU
                                                                               yang belum optimal sehingga perlu
                                                                               diperbaiki. “Untuk itu kami butuh
                                                                               masukan bapak-bapak untuk kami
               Kepariwisataan
                                                                               adopsi nanti dalam pembahasan NA
                                                                               (naskah akademik). Saya juga berharap
                                                                               bapak-bapak tidak berhenti di sini,
                                                                               tetapi juga turut mengawal,” harapnya.  
                                                                                  Akademisi IPB Prof. Syamsul Maarif
                                                                               mengatakan manajemen pembangunan
                       eiring berjalannya      sebagai supporting system lembaga   dan pengembangan pariwisata
                       waktu, terjadi perubahan   DPR dalam penyusunan Naskah   menuju pariwisaya berkelanjutan pada
                       pandangan atas dampak   Akademi RUU.                    hakekatnya ditujukan untuk mencari
               S pariwisata di suatu negara.      “UU Kepariwisataan Nomor 10 Tahun   pemerataan pembangunan antar
               Di Indonesia, pariwisata memiliki   2009 sudah 13 tahun menjadi payung   generasi pada masa kini muapun
               peran besar terhadap ekonomi    hukum tata kelola kepariwisataan.   yang akan datang. Pembangunan
               nasional. Untuk itu, perubahan tren   Padahal, tren pariwisata terus berubah   berkelanjutan bertujuan meningkatkan
               pariwisata nasional yang terus terjadi   dan perkembangan teknologi   kesejahteraan masyarakat. “Untuk itu
               perlu didukung penuh berbagai pihak,   saat ini juga mengharuskan dunia   strategi pembangunan berkelanjutan
               guna mewujudkan pariwisata yang   pariwisata untuk mampu beradaptasi   perlu diperhatikan, seperti
               berkelanjutan. Berangkat dari latar   dengan platform digital.              pemerataan, partisipasi,
               belakang ini, Pusat Penelitian Badan   Karenanya diskusi ini penting            keanekaragaman,
               Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal   sebagai bahan masukan                        integrasi dan
               DPR RI menggelar Focus Group    kami,” kata Kepala BK DPR                         perspektif
               Discussion (FGD) bertema ‘Urgensi   RI Inosentius Samsul dalam                    jangka
               Perubahan Undang-Undang Nomor 10   sambutannya, Jumat (10/6).                     panjang,”
               Tahun 2009 tentang Kepariwisataan’.   Selain itu, lanjut Sensi,                   katanya.   rnm/sf
               Pasalnya, UU Kepariwisataan ini dinilai   sapaan akrabnya, dari
               sudah tidak relevan.            hasil diskusi BK DPR
                 Bertempat di Labuan Bajo,
               Kabupaten Manggarai Barat, Nusa
               Tenggara Timur (NTT) seminar ini    Kepala BK DPR RI
                                                   Inosentius Samsul.
               dihadiri oleh Kepala Badan Keahlian   Foto: Ria/nvl
               (BK) DPR RI, Inosentius Samsul;
               Akademisi IPB, Prof. Syamsul Maarif;
               Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi
               Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten
               Manggarai Barat, Chrispianus
               Mesima; Dosen Universitas
               Katolik Indonesia Santu
               Paulus Ruteng, Inosensius
               Sutam; dan  perwakilan
               LSM, Yoseph
               Sampurna Nggarang.
               Seminar ini guna
               mendapat masukan
               dari pakar dan
               masyarakat  untuk
               memperkaya BKD


                                                                                Nomor 1204/IV/VI/2022  •  Juni 2022  21
   16   17   18   19   20   21   22   23   24