Page 21 - BULETIN 1144
P. 21

BULETIN   Parlementaria


                 BK DPR Gali Masukan RUU



                 tentang Provinsi NTT






                                                                                 agar membuat sebuah konsep RUU
                                                                                 yang betul-betul sesuai dengan kondisi
                                                                                 dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh
                                                                                 daerahnya. Oleh sebab itu dibutuhkan
                                                                                 peran dan kontribusi selain dari akademisi
                                                                                 juga tokoh-tokoh masyarakat.
                                                                                    “Saya berharap nantinya RUU ini
                                                                                 dapat mengembangkan ciri khas yang
                                                                                 dimiliki oleh suatu daerah yang nantinya
                                                                                 disesuaikan dengan kondisi didaerahnya
                                                                                 baik itu budaya maupun dari sisi
                                                                                 geografisnya,” imbuhnya. 
                                                                                   Pada kesempatan yang sama hadir
                                                                                 sebagai narasumber, akademisi fakultas
                                                                                 hukum Universitas Nusa Cendana
                                                                                 Simplexius Asa memberikan masukan
                 Kepala BK DPR RI Inosentius Samsul saat membuka acara FGD di Kupang, NTT. Foto: Tiara/nvl  agar di dalam RUU tentang Provinsi NTT
                                                                                 nantinya hal-hal filosofis dan teoritis bisa
                         usat Perancangan        ditambahkan lagi di dalam RUU,” jelas   terakomodir khususnya studi sosiologis
                         Undang-Undang Badan     Sensi sapaan akrabnya saat membuka   tentang masyarakat NTT. Menurutnya  nilai-
                         Keahlian (BK) Sekretariat   acara FGD di Kupang, NTT, Rabu (24/3).   nilai kearifan lokal bisa digunakan untuk
                P Jenderal (Setjen) DPR RI         Masukan-masukan yang sudah    merumuskan alasan filosofis di dalam
                 menyelenggarakan Focus Group    disampaikan lanjut Sensi, diharapkan   pembentukan RUU tentang Provinsi NTT. 
                 Discussion (FGD) dengan tema    sesuai dengan perkembangan hukum   “Perlu didiskusikan lebih matang lagi
                 ”Penyusunan Naskah Akademik dan   dan perkembangan politik, ekonomi,   agar RUU ini dapat membantu akselerasi
                 Rancangan Undang-Undang (RUU)   sosial-budaya, potensi daerah, serta   pembangunan di NTT agar nantinya
                 tentang Provinsi Nusa Tenggara Timur   kemajuan teknologi, informasi, dan   NTT diharapkan dapat bangkit mengejar
                 (NTT) untuk Peningkatan Pembangunan   komunikasi, dalam rangka menciptakan   ketertinggalan yang ada itu harapan kita.
                 dan Kesejahteraan Masyarakat”. Melalui   otonomi daerah yang berdaya saing.   Jadi jangan sampai membuat regulasi
                 FGD ini, Kepala BK DPR RI Inosentius   Namun tetap berpedoman kepada   hanya untuk berorientasi pada proyek tapi
                 Samsul mengatakan sebagai suatu   prinsip otonomi daerah yang berlaku   tidak menolong masyarakat NTT untuk
                 upaya untuk mendapatkan masukan   saat ini dan dalam prinsip NKRI.     mengejar ketertinggalan itu pesan penting
                 dalam membentuk undang-undang     “Oleh karena itu diperlukan peran   yang menurut saya perlu,” harapnya.  
                 yang sesuai dengan perkembangan   dan dukungan dari seluruh pemangku   Untuk diketahui, Undang-Undang
                 yang dibutuhkan oleh masing-masing   kepentingan (stakeholder) yang   Nomor 64 Tahun 1958 tentang
                 daerah.                         diselenggarakan melalui forum ini,   Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat
                   “Kita hari ini menerima masukan dari   untuk menggali lebih dalam terkait   I Bali, Nusa Tenggara Barat, dan
                 masyarakat terutama stakeholder yang   penyusunan Naskah Akademik dan   Nusa Tenggara Timur belum memuat
                 ada di Provinsi NTT, saya kira banyak   RUU tentang Provinsi NTT, sehingga   karakteristik dan potensi daerah serta
                 sekali masukan yang perlu diperhatikan.   dapat berdiskusi dan memberi masukan   belum dapat menjawab berbagai
                 Sehingga saya menyarankan barangkali   kepada BK DPR sebagai sistem   permasalahan yang dihadapi Provinsi NTT.
                 ada hal-hal yang tidak perlu dimasukan   pendukung di DPR RI,” tutur Sensi.   Oleh karena itu, perlu adanya pengaturan
                 dalam naskah akademik dan khawatir   Lebih lanjut Sensi menambahkan,   yang bersifat penyesuaian terhadap
                 menimbulkan persoalan, perlu    dengan diadakannya FGD terkait   Provinsi NTT yang sejalan dengan Undang-
                 dirumuskan ulang. Dan juga apabila ada   masukan RUU tentang Provinsi NTT ini   Undang Dasar Negara Republik Indonesia
                 hal-hal yang belum dimuat nantinya bisa   dapat memberi ruang kepada daerah   Tahun 1945.   tra/es


 20  Nomor 1144/I/IV/2021  •  April 2021                                            Nomor 1144/I/IV/2021  •  April 2021  21
   16   17   18   19   20   21   22   23   24