Page 70 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 70
soal dengan beberapa respons yang ditentukan dan beberapa respons terbuka.
Peneliti akan menyertakan berbagai alat ukur (sekumpulan pertanyaan dengan
respons yang ditentukan). Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner adalah:
1) Pertanyaan Terbuka: pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-
pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka
antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus
tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
2) Pertanyaan Tertutup: pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau
menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.
Penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-simbol
terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut
atau karakteristik tersebut. Alasan penganalisis sistem mendesain skala adalah
sebagai berikut: 1) Untuk mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang
menjawab kuesioner. 2) Agar respoden memilih subjek kuesioner. Ada empat
jenis skala pengukuran yaitu:
Pertama, Skala nominal yaitu skala nominal digunakan untuk
mengklasifikasikan sesuatu. Skala nominal merupakan bentuk pengukuran yang
paling lemah, umumnya semua analisis bisa menggunakannya untuk
memperoleh jumlah total untuk setiap klasifikasi. Contohnya: (1) jenis kelamin (1
= laki, 2 = perempuan), (2) jenis perangkat lunak yang paling sering anda
gunakan (1 = Pengolah kata, 2 = Spreadsheet, 3 = Basis Data, 4 = Program e-
mail), (3) nomor rumah (1 = rumah si A, 2 = rumah si B. dan 3 = rumah si C).
Kedua, Skala Ordinal merupakan skala yang memiliki ciri sama dengan
skala nominal tetapi juga memiliki ciri berjenjang (ordinal). Misalnya: sikap
terhadap sesuatu objek tertentu dapat berupa: sangat setuju, kurang setuju, dan
tidak setuju. Perilaku disiplin dapat berupa: sangat disiplin, kurang disiplin, dan
sangat kurang disiplin. Perasaan terhadap suasana belajar dapat berupa: sangat
senang, kurang senang, dan tidak senang
Ketiga, Skala Interval yaitu memiliki karakteristik sama dengan skala
nominal dan ordinal, tetapi juga memiliki ciri jarak yang pasti antara satuan unit
pengukuran, sehingga skala ini dapat di-kurangkan (diselisihkan dan jaraknya
pasti)) dan di-jumlahkan, namun tidak dapat dikalikan atau dirasiokan. Misalnya,
skor hasil tes Matematika adalah 40, 60, 80. Jadi, selisih antara skor 40 dan 60
adalah 20, dan selisih antara skor 40 dan 80 adalah 40. Namun kita tidak dapat
menyatakan bahwa siswa yang memperoleh skor hasil tes 40 adalah setengah
kali lebih lemah atau lebih bodoh daripada siswa yang memperoleh skor 80.
Keempat, Skala Rasio merupakan skala pengukuran yang hampir sama
dengan skala interval dalam arti interval-interval di antara nomor diasumsikan
sama. Skala rasio memiliki nilai absolut nol. Oleh karenanya data skala rasio
memiliki makna dapat di-rasio-kan (di-bagi atau di-kali-kan). Misalkan, berat
badan si A 80 kg dan berat badan si B 40 kg, sehingga dapat dikatakan atau
dirasiokan bahwa berat badan si A dua kali berat badan si B. Atau dapat
dikatakan atau dirasiokan bahwa berat badan si B adalah setengah dari berat
badan si A.
Merancang formulir-formulir untuk input data sangat penting, demikian juga
merancang format kuesioner juga sangat penting dalam rangka mengumpulkan
informasi mengenai sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik.
68

