Page 71 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 71
(1) Format kuesioner sebaiknya adalah: Memberi ruang kosong secukupnya,
menunjuk pada jarak kosong disekeliling teks halaman atau layar, memberi
ruang yang cukup untuk respons, meminta responden menandai jawaban
dengan lebih jelas, menggunakan tujuan-tujuan untuk membantu
menentukan format, konsisten dengan gaya.
(2) Urutan Pertanyaan. Dalam mengurutkan pertanyaan perlu dipikirkan tujuan
digunakannya kuesioner dan menentukan fungsi masing-masing pertanyaan
dalam membantu mencapai tujuan.
a) Pertanyaan harus berkaitan dengan subjek yang dianggap responden
penting.
b) Item-item cluster dari isi yang sama.
c) Menggunakan tendensi asosiasi responden.
d) Kemukakan item yang tidak terlalu kontroversial terlebih dulu.
(3) Langkah-langkah merancang sebuah kuisioner:
a) Tetapkan informasi yang ingin diketahui.
b) Tentukan jenis kusioner dan metode administrasinya.
c) Tentukan isi dari masing-masing pertanyaan.
d) Tentukan banyak respon atas setiap pertanyaan
e) Tentukan kata-kata yang digunakan untuk setiap pertanyaan.
f) Tentukan urutan pertanyaan.
g) Tentukan karakteristik fisik kuisioner.
h) Uji kembali langkah 1 sampai 7 dan lakukan perubahan jika perlu.
i) Lakukan uji awal atas kuisioner dan lakukan perubahan jika perlu.
4) Metode Inventory
Telah disebutkan pada uraian tentang jenis instrumen dan pembahasan
mengenai tes, bahwa yang dimaksud dengan inventori ialah instrumen yang
digunakan untuk mengukur karakteristik psikologis tertentu dari individu.
Oleh karena itu, inventori disinonimkan dengan tes kepribadian. Perbedaan
yang nampak jelas antara inventori dan tes (kemampuan) ialah dalam hal
sifat jawaban yang diberikan. Seperti nampak dari namanya, tes
(kemampuan) pada umumnya menuntut jawaban yang dilandasi oleh suatu
kemampuan tertentu yang harus dimiliki oleh peserta tes. Dalam inventori,
jawaban yang diberikan merupakan suatu keadaan yang sewajarnya,
suasana keseharian yang dirasakan dan dialami, atau sesuatu yang
diharapkan. Dengan kata lain, dalam menjawab pernyataan/pertanyaan di
dalam inventori, orang tidak perlu belajar terlebih dahulu. Cukuplah kiranya
jika ia dapat membaca dan/atau memahami hal-hal yang ditanyakan
kepadanya. Karakteristik inventori yang demikian itu menuntut tata cara
penyusunan yang berbeda dengan tes, sehingga dibutuhkan kemampuan
yang berbeda pula dari sekadar kemampuan menyusun tes. Walaupun
demikian secara prinsip, prosedur yang ditempuh adalah sama. Adapun
prosedur yang dimaksud ialah: (1) penetapan konstruk yang diukur, (2)
perumusan definisi operasional, (3) pendeskripsian konstruk, (4) penulisan
butir-butir pernyataan, (5) pelaksanaan uji coba, (6) analisis hasil uji coba,
(7) seleksi, penyempurnaan, dan penataan pernyataan, dan (8) pencetakan
inventori.
69

