Page 72 - MODUL METODOLOGI PENELITIAN PEND 2021 _Neat
P. 72

b.  Perumusan Definisi Operasional
                         Definisi  operasional  adalah  definisi  yang  didasarkan  atas  sifat-sifat  hal
                         yang  didefinisikan  sehingga  dapat  diamati.  Ukuran  dapat  diamati  ini
                         menjadi  penting,  karena  hal  yang  dapat  diamati  itu  membuka
                         kemungkinan  bagi  orang  lain  selain  peneliti  untuk  melakukan  hal  yang
                         serupa, sehingga apa yang dilaksanakan oleh peneliti terbuka untuk diuji
                         kembali oleh orang lain. Prinsip replikabilitas ini adalah salah satu ciri dari
                         penelitian. Berbeda dengan proses perumusan definisi opersioanal dalam
                         menyusun  tes,  perumusan  definisi  operasional  variabel  penelitian  yang
                         berupa konstruk lebih bervariasi dan kompleks. Karenanya, ada banyak
                         cara yang dapat ditempuh untuk menyusun definisi operasional variabel
                         penelitian.  Cara  yang  banyak  itu  dapat  dikelompokkan  menjadi  tiga
                         macam, yaitu: (a) yang menekankan pada kegiatan apa yang dilakukan
                         agar konstruk yang didefinisikan itu terjadi, (b) yang memberi aksentuasi
                         kepada bagaimana kegiatan itu dilakukan, dan (c) yang menitik beratkan
                         pada      sifat-sifat   statis    dari    konstruk     yang      didefinisikan
                         (Suryabrata,1983:84). Dengan mengguna-kan cara yang ketiga, variabel
                         “sikap nasionalisme siswa SMA” dapat didefinisikan sebagai reaksi afektif
                         yang positif maupun negatif, yang dinyatakan secara verbal oleh siswa
                         SMA terhadap pernyataan yang berkenaan dengan rasa cinta terhadap
                         bangsa  dan  tanah  air.  Indikator  sikap  nasionalisme  ini  diukur  dengan
                         kuesioner skala sikap yang menghasilkan data bersifat interval.

                     c.   Pendeskripsian Konstruk
                         Ketika  langkah  kita  sudah  sampai  pada  kegiatan  merumuskan  definisi
                         operasional konstruk (variabel) yang akan diukur, seringkali belum dapat
                         secara  langsung  disusun  alat  ukurnya.  Definisi  operasional  itu  belum
                         mampu  menunjukan  secara  rinci  mengenai  isi  konstruk  (variabel)  yang
                         hendak  diukur,  sehingga  biasanya  diperlukan  adanya  deskripsi  atas
                         konstruk  (variabel)  tersebut.  Untuk  mempermudah  penyusunan
                         pernyataan dalam inventori, kebanyakan peneliti menuangkan deskripsi
                         konstruk (variabel) itu dalam bentuk matrik. Contoh dari deskripsi konstruk
                         (variabel) yang dimaksud dan matriknya dapat dilihat pada Tabel 9.1.

                                   Tabel 9.1 Deskripsi Variabel Sikap Nasionalisme

                    Konstruk       Variabel       Sub-Variabel                 Indikator
                    Sikap       Sikap            1.  Cinta dan     1.  Gemar menggunakan bhs
                                nasionalisme        bangga            Indonesia
                                siswa SMA           sebagai        2.  Suka produksi dalam negeri
                                                    bangsa         3.  Mengembangkan
                                                    Indonesia         kebudayaan nasional
                                                 2.  Rela          1.  Mengutamakan kepentingan
                                                    berkorban          umum/bangsa
                                                    untuk          2.  Bersedia mengikuti Wajib
                                                    kepentingan        Militer (Wamil)
                                                    nasional       3.  Mau bertugas di seluruh
                                                                       wilayah Indonesia



                                                                                                     70
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77