Page 47 - E-MODUL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS SD
P. 47

penghasilan (DIKDAS, 2021). Sejalan dengan pendapat tersebut, konsumsi juga
                        dapat diartikan sebagai kegiatan yang menghabiskan nilai guna suatu barang untuk

                        memenuhi kebutuhan hidup.
                            8.2.4.    Ekonomi Kerakyatan

                               Pengertian ekonomi kerakyatan adalah sistem perekonomian yang di mana

                        pelaksanaan  kegiatan,  pengawasannya,  dan  hasil  dari  kegiatan  ekonomi  dapat
                        dinikmati oleh seluruh masyarakat. Ekonomi kerakyatan yang lainnya adalah suatu

                        sistem  perekonomian  yang  dibangun  pada  kekuatan  ekonomi  rakyat,  ekonomi
                        kerakyatan yaitu kegiatan dari ekonomi yang dapat memberikan kesempatan yang

                        luas  untuk  masyarakat  dalam  berpartisipasi  sehingga  perekonomian  dapat
                        terlaksana dan berkembang secara baik (Hasmawati, 2018).

                               Menurut  Prof.  Dr.  Mubyarto  (dalam  Hasmawati,  2018),  ekonomi

                        kerakyatan merupakan sistim yang berdasarkan kekeluargaan, kedaulatan rakyat
                        dan  menunjukkan  pemihakan  sungguh-sungguh  pada  ekonomi  rakyat.  Dalam

                        prakteknya, ekonomi kerakyatan dapat dijelaskan juga sebagai ekonomi jejaring

                        (network) yang menghubungkan sentra-sentra inovasi, produksi dan kemandirian
                        usaha  masyarakat  kedalam  suatu  jaringan  berbasis  teknologi  formasi  untuk

                        terbentuknya jejaring pasar domestik dan pelaku usaha masyarakat.

                        8.3  IPTEK dan IMTAQ dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan Manusia

                               Istilah imtaq atau kependekan dari iman dan taqwa. Iman berasa dari kata
                        amana-yu'minu - imanan yang yang secara etimologis memiliki arti kepercayaan

                        terhadap Tuhan Daryanto (dalam Soelaiman, 2016). Selanjutnya kata taqwa berasal

                        dari  kata  waqa  -  yaqi  –  wiqayah  yang  artinya  menjaga  diri,  menghindari  dan
                        menjauhi. Secara sederhana, taqwa dipahami sebagai perasaan takut kepada Allah

                        berdasarkan  kesadaran,  dengan  mengerjakan  segala  perintah-Nya  dan  tidak
                        melanggar  atau  menjauhi  segala  larangan-Nya  serta  takut  terjerumus  dalam

                        perbuatan dosa (Soelaiman, 2016).
                               Berdasarkan kajian di atas, maka dapat dipahami bahwa iman dan takwa

                        adalah  merupakan  dua  karakteristik  yang  harus  dimiliki  setiap  muslim.

                        Kepercayaan  akan  membawa  muslim  pada  keyakinan  dan  keteguhan  akan
                        agamanya, dan tidak akan mudah terjerumus dalam hal-hal yang mengarahkan pada

                        kesyirikan dan kemurtadan. Sedangkan taqwa merupakan karakteristik yang akan



                                                              41
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52