Page 48 - E-MODUL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS SD
P. 48
membawa umat Islam pada kepatuhan terhadap Tuhan agar menjalankan segala
perintah, menjauhi larangan serta berusaha menjadi manusia yang memiliki
kepribadian dan budi pekerti yang luhur. Kedua nilai tersebut, dalam agama
membutuhkan pandangan kemutlakan akan kebenaran dalam agama. Keyakinan
terhadap Tuhan, Rasul, Malaikat, Kitab, Ketentuan Allah dan hari akhir
membutuhkan adanya kemutlakan kepercayaan bahwa semua itu benar adanya
(Soelaiman, 2016).
Istilah IPTEK merupakan singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi.
Istilah ini merupakan merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan (sains) dan
teknologi, dimana keduanya merupakan dua hal yang tidak terpisahkan.
Secara bahasa integrasi memiliki arti pembauran hinggamenjadi kesatuan
yang utuh atau bulat. Dengan demikian, Integrasi dapat dimaknai sebagai proses
memadukan satu konsep tertentu dengan sebuah konsep lain, sehingga menjadi
suatu kesatuan yang koheren dan tidak bisa dipisahkan atau proses pembauran
hingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan bulat. Imtaq atau iman dan taqwa, pada
dasarnya keduanya merupakan gambaran karakteristik nilai-nilai keagamaan (ke-
Islaman) yang harus dimiliki oleh setiap muslim sebagai penganut agama Islam.
Dengan demikian, konsep pengintegrasian imtaq dan iptek ini dapat dipandang dari
sisi perpaduan antara dimensi agama dan ilmu pengetahuan menjadi satu kesatuan
yang utuh (Soelaiman, 2016).
Integrasi IMTAQ dan IPTEK dalam dunia pendidikan memiliki peran besar
agar keduanya dapat selalu beriringan dalam rangka memberikan pendidikan yang
sempurna kepada peserta didik, dengan berbagai upaya yang dilakukan. Hal
tersebut tidak hanya menjadi alasan untuk di-integrited-kan, namun kehidupan saat
ini telah membutuhkan agama yaitu IMTAQ untuk menyelaraskan perkembangan
kehidupan yang serba canggih yaitu IPTEK. Bila tidak ada IMTAQ maka manusia
hanya akan fokus pada kehidupan duniawinya saja yang tidak selalu memberikan
kebaikan bagi dirinya, bahkan untuk kehidupan akhiratnya. Maka langkah awal
yang dapat dilakukan oleh pihak lembaga pendidikan adalah pada proses belajar
mengajar, dimana seorang guru dapat memadukan penjelasannya tentang keduanya
secara fleksibel dan terarah (Rifa, 2016).
42

