Page 77 - PJBL Rahma Aulia
P. 77
Karyawan yang merasa aman di lingkungan kerjanya cenderung akan bekerja dengan lebih
tenang, fokus, dan juga loyal. Secara langsung hal ini tentu akan berdampak terhadap
peningkatan produktivitas kerja.
• Mematuhi Peraturan dan Undang-Undang
Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem keselamatan kerja sesuai dengan regulasi yang
berlaku di Indonesia. Sebaliknya, ketidakpatuhan perusahaan terhadap regulasi tersebut bisa
menyebabkan sanksi hukum hingga pencabutan izin usaha.
• Membangun Budaya Kerja yang Sehat
Tujuan keselamatan kerja yang terakhir adalah membangun budaya kerja yang sehat. Dengan
kata lain, keselamatan kerja juga turut serta berperan dalam membangun budaya perusahaan
yang saling menghargai manusia dan lingkungan serta menciptakan sinergi antara
kesejahteraan dan kinerja.
C. Prosedur Keselamatan Kerja
Setiap perusahaan sudah seharusnya memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang
mencakup prosedur keselamatan kerja. Hal ini penting mengingat prosedur tersebut bertujuan
untuk mencegah kecelakaan, mengurangi risiko, dan memastikan tindakan yang tepat dalam
kondisi darurat.
Berikut ini beberapa komponen penting dalam prosedur keselamatan kerja:
• Identifikasi Risiko dan Evaluasi Bahaya
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah identifikasi terhadap potensi bahaya di
lingkungan kerja. Beberapa hal yang termasuk prosedur ini, antara lain:
❖ Bahaya fisik, seperti mesin, peralatan tajam, dan lantai licin.
❖ Bahaya kimia, seperti bahan beracun dan uap.
❖ Bahaya biologis, seperti virus dan bakteri.
❖ Bahaya ergonomis, seperti posisi kerja yang tidak ideal.
Setelah dilakukan identifikasi, setiap risiko harus dievaluasi berdasarkan tingkat keparahan
dan kemungkinan terjadinya.
Gambar 5. 2 Baju SOP Keselamatan Kerja
69

