Page 51 - CBR_EKONOMETRIKA_KEL 7
P. 51
BAB 4 ANALISIS DENGAN PROGRAM E-VIEWS
Tinbergen (1947) dalam publikasinya mengemukakan bahwa salah satu masalah yang
paling penting dalam analisis statistik fenomena ekonomi adalah bagaimana menemukan
hubungan antara”variabel yang akan dijelaskan”y dan “variabel penjelas”x, z, dan lainlain.
Pilihan variabel x, z, dan lain-lain yang dapat menjelaskan fluktuasi y, harus dibuat oleh
ekonom. Analisis korelasi adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui pola hubungan
dan tingkat keeratan hubungan antar variabel.
Untuk melihat pola hubungan antara 2 variabel digunakan korelasi bivariate, untuk
lebih dari 2 variabel digunakan korelasi multivariate, dan untuk parsial digunakan korelasi
parsial. Korelasi menggambarkan keeratan hubungan antara dua peubah kalau bentuk
hubungannya linier (lurus). Contoh-contoh hubungan semacam ini misalnya hubungan antara
harga dengan jumlah barang yang diproduksi dan hubungan antara jumlah penduduk dengan
pendapatan.
Data tersusun dari hasil-hasil pengukuran x dan y pada sejumlah n pengamatan. Dengan
kata lain, pada masing-masing variabel dilakukan pengukuran untuk memperoleh nilai x dan
y. Sampel semacam ini dapat dipandang sebagai sampel acak bivariate, dimana pasangan-
pasangan nilai yang ada tidak terikat satu sama lain dan diasumsikan sebagai distribusi normal
2 peubah.
Tahap awal dalam analisis korelasi adalah menggambarkan bentuk diagram pencar dari
kedua variabel yang diteliti. Berdasarkan diagram pencar yang telah dibuat dapat
menggambarkan pola hubungan yang terjadi, apakah antar variable tersebut mempunyai pola
hubungan acak, non linear atau linear? Pada analisis korelasi(hubungan linear antar variabel)
pola hubungan yang terjadi dapat berupa hubungan positif (Gambar 1a) atau hubungan negatif
(Gambar 1b). Jika kedua variabel dinyatakan mempunyai pola hubungan postitif berarti bahwa
kedua variabel tersebut mempunyai pola hubungan yang searah, terjadinya peningkatan nilai
variabel x juga akan terjadi peningkatan nilai variabel y demikian juga sebaliknya jika terjadi
penurunan. Sedangkan pada pola hubungan negatif berarti bahwa kedua variabel tersebut
mempunyai pola hubungan yang berlawanan, terjadinya peningkatan nilai variabel x tetapi
terjadi penurunan nilai variabel y, atau sebaliknya terjadinya penurunan nilai variabel x tetapi
terjadi peningkatan nilai variabel y.
51