Page 52 - CBR_EKONOMETRIKA_KEL 7
P. 52

Jika pola hubungan mengikuti bentuk garis lurus (linear), maka kita bisa menggunakan
               koefisien korelasi (r) untuk mengukur keeratan hubungan antara variabel tersebut. Koefisien
               korelasi (r)dapat ditentukan dengan formula:






               Atau









                   Nilai  r  berkisar  antara  -1  sampai  dengan  1.  Jika  titik-titik  pencaran  antar  variabel
               mengelompok rapat disekitar garis lurus maka nilai r akan mendekati 1 atau -1 dan hal ini akan
               menunjukkan  adanya  hubungan  yang  erat  antara  variabel.  Sedangkan  nilai  r  =  0  dapat
               ditafsirkan sebagai ketiadaan hubungan antara variabel. Pengelompokkan titik-titik pencaran
               yang tidak begitu rapat disekitar garis menunjukkan nilai r yang lebih rendah dan hal ini dapat
               diartikan bahwa hubungannya yang terjadi antar variabel tidak begitu erat. Besarnya koefisien
               korelasi ini, seringkali dipengaruhi oleh faktor jumlah sampel, penggabungan dari sampel yang
               mempunyai  rataan  yang  berbeda,  kisaran  nilai  yang  lebar  atau  sempit  dan  kelurusan  pola
               hubungan.
                   A.  Analisis Korelasi Menggunakan Eviews


                   Eviews memberikan fasilitas pada kita untuk dapat menentukan nilai koefisien korelasi,
               akan tetapi  koefisien korelasi  yang disediakan hanya untuk  korelasi  bivariate. Untuk lebih
               memahami cara untuk melakukan analisis korelasi dengan menggunakan Eviews perhatikan
               langkah-langkah berikut ini:

               Import Data


                     Membuat grafik untuk mengetahui pola/arah korelasi
                     Menentukan tingkat keeratan hubungan atau besarnya korelasi



                                                           52
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57