Page 61 - CBR_EKONOMETRIKA_KEL 7
P. 61

BAB 5 UJI ASUMSI KLASIK


                       Model  regresi  linier  klasik  (OLS)  berlkitaskan  serangkaian  asumsi.  Tiga  di  antara
               beberapa asumsi regresi klasik yang akan diketengahkan dalam penelitian ini adalah (lihat
               Maddala, 1992, hal. 229-269):

                1.  Non-Autokorelasi
                    Non-autokorelasi  adalah  keadaan  dimana  tidak  terdapat  hubungan  antara  kesalahan-
                    kesalahan (error) yang muncul pada data runtun waktu (time series).
                2.  Homokedastisitas
                    Homoskedastisitas  adalah  keadaan  dimana  erros  dalam  persamaan  regresi  memiliki
                    varians konstan.
                3.  Non-Multikolinearitas
                    Non-multikolinearitas adalah keadaan dimana tidak ada hubungan antar variabel-variabel
                    penjelas dalam persamaan regresi.

                    Penyimpangan terhadap asumsi tersebut akan menghasilkan estimasi  yang tidak sahih.
               Deteksi yang biasa dilakukan terhadap ada tidaknya penyimpangan asumsi klasik adalah uji
               autokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas.



                                      MODEL  DETEKSI / UJI  PENGOBATAN



           5.1 UJI MULTIKOLIENARITAS

                       Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa salah satu asumsi regresi linier klasik adalah
               tidak adanya multikolinearitas sempurna (no perfect multicolinearity) tidak adanya hubungan
               linier  antara  variabel  penjelas  dalam  suatu  model  regresi.  Istilah  ini  multikoliniearitas  itu
               sendiri  pertama  kali  diperkenalkan  oleh  Ragner  Frisch  tahun  1934.  Menurut  Frisch,  suatu
               model regresi dikatakan terkena multikoliniearitas bila terjadi hubungan linier yang sempurna
               (perfect) atau pasti (exact) di  antara beberapa atau semua variabel bebas dari suatu model
               regresi. Akibatnya akan kesulitan untuk dapat melihat pengaruh variabel penjelas terhadap
               variabel yang dijelaskan (Maddala, 1992: 269-270).

                       Berkaitan  dengan  masalah  multikoliniearitas,  Sumodiningrat  (1994:  281-182)
               mengemukakan bahwa ada 3 hal yang perlu dibahas terlebih dahulu:

               1)  Multikoliniearitas pada hakikatnya adalah fenomena sampel. Dalam model fungsi regresi
                  populasi (Population Regression Function = PRF) di  asumsikan bahwa seluruh variabel
                  bebas yang termasuk dalam model mempunyai pengaruh secara individual terhadap variabel
                  tak bebas Y, tetapi mungkin terjadi bahwa dalam sampel tertentu.
               2)  Multikoliniearitas  adalah  persoalan  derajat  (degree)  dan  bukan  persoalan  jenis  (kind).
                  Artinya bahwa masalah Multikoliniearitas bukanlah masalah mengenai apakah korelasi di
                  antara variabel-variabel bebas negatif atau positif, tetapi merupakan persoalan mengenai
                  adanya korelasi di antara variabel-variabel bebas.
               3)  Masalah  Multikoliniearitas  hanya  berkaitan  dengan  adanya  hubungan  linier  di  antara
                  variabel-variabel bebas Artinya bahwa masalah Multikoliniearitas tidak akan terjadi dalam



                                                           61
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66