Page 65 - CBR_EKONOMETRIKA_KEL 7
P. 65

linier dan penaksir OLS adalah yang terbaik, yaitu penafsir tersebut mempunyai varian yang
                  minimum. Singkatnya, penaksir OLS tadi efisien.
                  Berangkat dari pemikiran di atas, bila semua asumsi regresi linier klasik dipenuhi kecuali
                  asumsi no autocorrelation, maka penafsir- penafsir OLS akan mengalami hal-hal sebagai
                  berikut (Arief, 1993: 41, Sumodiningrat, 1994: 241-244, Ramanathan, 1996: 452-, Gujarati,
                  1995: 410-415 dan Gujarati, 1999: 381-382).

               c.  Cara Mendeteksi Ada-tidaknya Masalah Otokorelasi
                       Harus  diakui  bahwa  tidak  ada  prosedur  estimasi  yang  dapat  menjamin  mampu
                  mengeliminiasi masalah otokorelasi karena secara alamiah, perilaku otokorelasi biasanya
                  tidak  diketahui.  Oleh  karena  itu,  dalam  beberapa  kasus,  orang  atau  penggunaan
                  ekonometrika mungkin akan merubah bentuk fungsi persamaan regresinya misalnya, dalam
                  bentuk log atau first difference. Hal ini menunjukkan bahwa pendeteksian terhadap ada-
                  tidaknya otokorelasi merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. Berkaitan dengan hal
                  tersebut, di bawah ini akan ditawarkan beberapa cara atau metode untuk mendeteksi ada
                  tidaknya  otokorelasi  (Arief,  1993:  41-46,  Sumodiningrat,  1994:  234-  240,  Ramanthan,
                  1996: 452-458, Gujarati, 1995: 415-426 dan Kautsoyiannis, 1977: 211-227, Thomas 1997:
                  302-307 Maddala, 1992: 229-268).
                       Autokorelasi terjadi bila nilai gangguan dalam periode tertentu berhubungan dengan
                  nilai gangguan sebelumnya. Asumsi non-autokorelasi berimplikasi bahwa kovarians ui dan
                  uj sama dengan no l:
                                               cov (uiuj) = E ([ui – E(ui)] [uj – E(uj)]
                                                          = E(uiuj) = 0 untuk i+j
                  Uji d Durbin Waston (Durbin-Waston d Test)

                       Model  ini  diperkenalkan  oleh  J.  Durbin  dan  G.S  Watson  tahun  1951.  Deteksi
                  autokorelasi dilakukan dengan membandingkan nilai statiatik Durbin Watson hitung dengan
                  Durbin Watson tabel. Mekanisme uji Durbin Watson adalah sebagai berikut:

                   1)  Lakukan regresi OLS dan dapatkan residualnya.
                   2)  Hitung nilai d (Durbin Watson).
                   3)  Dapatkan nilai kritis dL dan du.
                   4)  Apabila hipotesis nol adalah bahwa tidak ada serial korelasi positif, maka jika
                       d < dL, tolak Hod
                      < du, terima Ho
                      dL= d = du, pengujian tidak menyakinkan
                   5)  Apabila hipotesis nol adalah bahwa tidak ada serial korelasi baik negatif, maka jika
                      d > 4-dL, tolak Ho
                      d < 4-du, terima Ho
                      4-du = d = 4-dL, pengujian tidak menyakinkan
                   6)  Apabila Ho adalah dua ujung, yaitu bahwa tidak ada serial korelasi baik positif maupun
                      negatif, maka jika
                      d < dL, tolak Ho
                      d > 4-dL, tolak Ho
                      du < d < 4-du, terima Ho
                      dL = d = du, pengujian tidak menyakinkan
                      4-du = d = 4-dL, pengujian tidak menyakinkan


                                                           65
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70