Page 59 - AHASLA.indd
P. 59

yang baik dan terkendali. Buddha berkata, “Dengan
           menahan diri dari berkata jahat yang dapat menyebabkan
           pertengkaran, ia tidak mengulang di sini apa yang
           didengar di sana yang merugikan orang lain. Ia adalah
           pendamai mereka yang berselisih dan pendukung mereka
           yang bersatu, bersukacita dalam kedamaian, mencintai
           kedamaian, bergembira dalam kedamaian, dan berbicara
           atas dasar kedamaian.”
                                 68
           6. Pharusa-vāca

           “Ia berucapan kasar. Ucapannya keras, kasar, membuat
           getir pihak lain, menyinggung perasaan pihak lain,
           menimbulkan kemarahan dan kegalauan. Seperti itulah ia
           berucap.”
                    69
           Tiga unsur pokok dari bicara kasar:

           1.  Pihak yang dicerca (akkositabbo paro)

           2.  Pikiran marah (kupitacittaṃ)
           3. Pencercaan (akkosana)

           Besar kecilnya kesalahan bergantung pada kebajikan dari
           pihak yang dicerca.


           Sakit fisik mungkin dapat sembuh dalam hitungan hari,

           namun sakit hati sulit disembuhkan bahkan dalam waktu
           bertahun-tahun. Anjuran untuk menahan berkata kasar
           selalu ditekankan oleh Buddha agar kehidupan selalu
           harmonis,“Dengan menahan diri dari perkataan kasar, ia
           68  D 1.4
           69  A 5.283

           AṬṬHASĪLA                                           49
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64