Page 62 - AHASLA.indd
P. 62

8. Abhijjhā
          “Ia tamak. Ia mendambakan harta dan sarana hidup pihak
          lain, “Semoga milik pihak lain menjadi milik saya.”
                                                         74
          Dua unsur pokok dari tamak:

          1.  Barang milik pihak lain (parabhaṇḍaṃ)

          2.  Diselewengkan ke diri sendiri dalam pikiran, “Ah coba
             saja itu menjadi milik saya.”(attano pariṇāmanaṃ)
          Besar kecilnya kesalahan sama seperti sila pencurian.

          Rintangan konsentrasi berupa keinginan indriawi
          (kāmacchanda) dijelaskan sebagai ketamakan.  Terdapat
                                                       75
          dua jenis keinginan, yaitu keinginan yang menghasilkan
          perbuatan jahat dan keinginan yang muncul hanya dalam
          pikiran. Ketamakan dapat muncul ketika menginginkan
          benda milik orang lain, bukan dalam arti berniat untuk
          membeli benda itu, melainkan niat untuk memilikinya
          secara tidak sah.

          9. Byāpāda
          “Ia berniat jahat. Pikiran dalam batinnya diliputi kebejatan,
          “Semoga makhluk hidup ini dibunuh, ditangkap,
          dihancurkan, dibinasakan, menjadi tiada.”
                                                 76
          Dua unsur pokok dari niat jahat:

          1.  makhluk hidup lain (parasatto)
          74  A 5.284
          75   Sallekha Sutta, M 1.42
          76  A 5.284
          52                                               AṬṬHASĪLA
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67