Page 22 - Buku Pedoman Teknis Fotografi
P. 22
angka pemilih kecepatan untuk mengontrol bukaan cennin pantul dan rana
(shutter speed selector)
prisma (pentaprism), yaitu tutup luar cennin pantul
cennin pantul, berfungsi sebagai sarana pengaturan sinar yang menuju ke
ruang penyimpanan film, jendela pembidik, dan alat penghitung kekuatan
cahaya. Hanya kamera tipe SLR yang mempunyai cennin pantul.
dudukan lensa pada badan kamera (bayonet mount)
engkol penggulung batik film (rewind lever)
tombol pengunci engkol penggulung batik film
tenninal lampu kilat (flash synchronization terminal)
pengunci lensa
kait tali sandang (neckstrap lug)
pewaktu (self timer), yaitu pemutar tombol untuk pemotretan sendiri
jendela pembidik (viewfinder), berbentuk persegi empat dan dilengkapi
dengan beberapa lensa untuk mempennudah pe!Ilotret melakukan
pengamatan atas objek yang dibidiknya. Dari jendela pembidik seorang
pemotret dapat melakukan pemilihan objek, sudut pengambilan, komposisi
yang diinginkan, serta membaca semua infonnasi yang disampaikan oleh
kameranya sebelum pemotretan dilakukan.
rana, yang berfungsi sebagai sekat penutup film, biasanya terbuat dari
bahan tekstil atau lempengan logam tipis yang disusun berlapis. Rana
bertugas menjaga agar tidak ada cahaya yang masuk mengenai film
kecuali pada saat dilakukan pemotretan.
tempat film (film cassete chamber)
penggulung film yang telah dipergunakan (take-up spool)
roda gigi penuntun film (film transport sprocket)
rongga cahaya (lighttight box)
tombol-tombol yang berhubungan dengan pengaturan cahaya, pelepasan
dan pemasangan Jensa
berbagai sirkuit penghubung yang bersifat mekanik maupun elektronik
lensa mampu-tukar (interchangeable lens), lensa yang dapat ditukar,
khusus kamera tipe SLR
nama dan spesifikasi kamera.
b. Lensa kamera
Lensa adalah kaca yang memiliki bidang cembung maupun lengkung.
Pennukaan yang tidak tegak lurus ini akan menghasilkan efek membesarkan
atau mengecilkan citra (image) yang diterima olehnya dalam bentuk pantulan
JO