Page 27 - Buku Pedoman Teknis Fotografi
P. 27
terhadap benda-benda kecil atau objek-objek lain yang akan ditampakkan
rinciannya (detail). Jadi berbeda dengan lensa tele yang dibuat untuk
mendekatkan pandangan atas objek seperti kita menggunakan teropong, lensa
makro dibuat untuk memperbesar ukuran gambar objek yang kecil. Lensa
makro menipunyai ukuran mulai dari 35 mm s.d. 100 mm.
c. Lampu
Cahaya atau sinar merupakan gelombang yang berjalan lurus dengan kecepatan
sangat tinggi. Mata manusia dapat melihat sesuatu benda bila ada cahaya. Bila
cahaya sangat kuat membuat pengliliatan menjadi silau pandangannya atau
terjadi pengecilan pupil mata. Demikian pula sebuah lensa kamera dapat pula
"silau" terhadap sinar yang kuat. Untuk mengatasi hat ini, agar cahaya dapat
diterima normal, perlu pengaturan besar kecilnya bukaan lensa. Jadi, baik mata
manusia maupun "mata kamera" yaitu lensa kamera dapat melihat bila ada
cahaya. Dengan demikian pekerjaan pemotreian hanya dapat dikerjakan apabila
ada cahaya. Cahaya dalam pemotretan dapat berasal dari dua buah sumber
cahaya yaitu natural (matahari) dan buatan (artifisial).
Unsur cahaya dalam
pemotretan yang perlu
diperhatikan adalah kandungan
yang disebut temperatur panas
wama yang diukur pada
"Derajat Kelvin" (°K). Besar
kecilnya panas wama
tergantung dari sumber cahaya
itu sendiri. Sumber cahaya
natural seperti dihasilkan
matahari apabila diuraikan
Gb. / 3: Lampu kilat elektronik (blitz) melalui sebuah prisma akan
menghasilkan warna pelangi.
Warna pelangi mempunyai tujuh unsur yaitu merah-jingga-kuning-hijau-biru-
nila-lembayung dan ungu.
Kuat lemahnya masing-masing unsur tergantung kepada "ketinggian"
sumber cahaya tersebut. Temperatur panas warna dari sumber cahaya natural
antara 2.500°-10.000°K, sedangkan sinar yang berasal dari sumber buatan
mempunyai panas warna antara 2.000°-5 .000°K, kecuali sumber cahaya dari
sumber lampu kilat dan lampuflood yang mempunyai panas wama sampai
7 .000°K. Panas warna akan berpengaruh kepada hasil pemotretan, khususnya
Pedoman Tckni.< Fotografi Benda Cogar Budaya 15