Page 12 - BDI SPS - modul kajian tarhib ramadhan
P. 12
Atau witir dengan tiga raka'at, berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam :
"Barangsiapa yang ingin melakukan witir dengan tiga raka 'at maka lakukanlah. " (HR. Abu
Dawud dan An-Nasa'i)·
Hal ini boleh dilakukan dengan sekali salam, atau shalat dua raka'at dan salam kemudian
shalat raka'at ketiga. Atau witir dengan lima raka'at, dilakukan tanpa duduk dan tidak salam
kecuali pada akhir raka'at.
Berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa ingin melakukan witir
dengan lima raka'at maka lakukanlah. "(HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i). Dari Aisyah
radhiallahu 'anha, beliau mengatakan : "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasanya shalat
malam tiga belas raka'at, termasuk di dalamnya witir dengan lima raka 'at tanpa duduk di
salah satu raka'at pun kecuali pada raka'at terakhir." (Hadits Muttafaq 'Alaih). 'Ketiga hadits
tersebut dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban.
Atau witir dengan tujuh raka'at, dilakukan sebagaimana lima raka'at. Berdasarkan
penuturan Ummu Salamah radhiallahu 'anha : "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasanya
melakukan witir dengan tujuh dan lima raka'at tanpa diselingi dengan salam dan ucapan."
(HR, Ahmad, An-Nasa'i dan Ibnu Majah).
Boleh juga melakukan witir dengan sembilan, sebelas, atau tiga belas raka'at. Dan yang
afdhal adalah salam setiap dua rakaat kemudian witir dengan satu raka'at.
Shalat malam pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan atas shalat
malam lainnya.
5. Waktunya
Shalat malam Ramadhan mencakup shalat pada permulaan malam dan pada akhir malam.
6. ShalatTarawih
Shalat tarawih terrnasuk qiyam Ramadhan. Karena itu, hendaklah bersungguh-sungguh dan
memperhatikannya serta mengharapkan pahala dan balasannya dari Allah. Malam
Ramadhan adalah kesempatan yang terbatas bilangannya dan orang mu'min yang berakal
akan memanfaatkannya dengan baik tanpa terlewatkan.
Jangan sampai ditinggalkan shalat tarawih, agar memperoleh pahala dan ganjarannya. Dan
jangan pulang dari shalat tarawih sebelum imam selesai darinya dan dari shalat witir, agar
mendapatkan pahala shalat semalam suntuk. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu
'alaihi wasallam : "Barangsiapa mendirikan shalat malam bersama imam sehingga selesai,
dicatat baginya shalat semalam suntuk." (HR. Para penulis kitab Sunan, dengan sanad
shahih) Lihat kitab Majalisu Syahri Ramadhan, oleh Syaikh Ibnu Utsaimin, hlm. 26-30.
Shalat tarawih adalah sunat, dilakukan dengan berjama'ah lebih utama. Demikian yang
masyhur dilakukan para sahabat, dan diwarisi oleh umat ini dari mereka generasi demi
generasi. Shalat ini tidak ada batasannya. Boleh melakukan shalat 20 raka'at, 36 raka'at, 11
raka'at, atau 13 raka'at, semuanya baik. Banyak atau sedikitnya raka'at tergantung pada

