Page 40 - Modul Proyek Animasi
P. 40

Rangkuman




                 1.  Animasi telah berkembang dari bentuk sederhana 2D menjadi animasi 3D yang lebih
                     kompleks dan realistis. Pemahaman tentang perbedaan keduanya penting bagi praktisi

                     dan mahasiswa untuk memilih teknik yang sesuai dengan kebutuhan proyek animasi.

                 2.  Animasi 2D menggunakan gambar dua dimensi (panjang & lebar) yang disusun dalam
                     koordinat kartesian. Keunggulannya meliputi kemudahan dalam pembelajaran, proses

                     produksi yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, serta memiliki gaya seni yang khas
                     dan klasik. Namun, animasi 2D memiliki beberapa keterbatasan, seperti tidak adanya

                     kedalaman visual, kesulitan dalam menciptakan perspektif yang kompleks, keterbatasan
                     dalam realisme gerakan, dan pergerakan kamera yang kurang fleksibel dibandingkan

                     animasi 3D.

                 3.  Animasi  3D  menggunakan  objek  tiga  dimensi  yang  memiliki  panjang,  lebar,  dan
                     kedalaman, sehingga dapat dilihat dari berbagai sudut. Kelebihannya mencakup visual

                     yang lebih realistis, sudut pandang yang lebih fleksibel, serta kemampuannya dalam
                     meniru fisika dunia nyata, membuatnya lebih hidup dan interaktif. Selain itu, animasi

                     3D  memiliki  potensi  komersial  lebih  besar  di  industri  film,  game,  dan  periklanan.
                     Namun,  proses  produksinya  lebih  kompleks  dan  memakan  waktu  lebih  lama,

                     membutuhkan biaya lebih tinggi, perangkat keras yang lebih mumpuni, serta kesulitan

                     dalam menciptakan gaya seni khas dibandingkan animasi 2D.
                 4.  Perbedaan utama antara animasi 2D dan 3D terletak pada dimensi, teknik pembuatan,

                     perangkat lunak yang digunakan, serta hasil visualnya. Animasi 2D hanya memiliki
                     panjang dan lebar, dibuat frame by frame dengan software seperti Adobe Animate dan

                     ToonBoom, serta tampil lebih artistik dengan gaya kartun atau ilustrasi. Sebaliknya,

                     animasi  3D  memiliki  kedalaman  visual,  dibuat  melalui  proses  modeling,  rigging,
                     texturing,  dan  rendering  menggunakan  software  seperti  Blender  dan  Maya,

                     menghasilkan tampilan yang lebih realistis dengan pencahayaan mendalam. Animasi
                     2D lebih sederhana dan hemat biaya, sementara animasi 3D menawarkan kualitas visual

                     yang lebih tinggi tetapi dengan tingkat kompleksitas produksi yang lebih besar.











                                                           34
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45