Page 39 - E-Modul Keanekaragaman Hayati__Kelas X SMA_FIXt
P. 39
Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati Dikawasan Lindung di Indonesia. METAFORA. Vol.1(2). Hal:
135-142. 2) Amri, K., & Dadiek, P. (2008). Pengelolaan Suaka Perikanan Danau Bakuok Kabupaten
Kampar Riau. BAWAL. Vol.2(3). Hal: 107-112).
2. Konservasi ex-situ, adalah upaya konservasi yang dilakukan dengan menjaga dan
mengembangbiakkan jenis tumbuhan dan satwa di luar habitat alaminya dengan cara
pengumpulan jenis, pemeliharaan dan budidaya (penangkaran). Konservasi ex-situ
dilakukan pada tempat-tempat seperti kebun binatang, kebun botani, taman hutan raya,
kebun raya, arboretum, penangkaran satwa, taman safari, taman kota, dan taman burung.
Contohnya aktivitas penangkaran yaitu penetasan telur dan atau pembesaran anakan
sebelum akhirnya dilepasliarkan ke habitat aslinya (Sumber: Kuspriyanto. (2015). Upaya
Konservasi Keanekaragaman Hayati Dikawasan Lindung di Indonesia. METAFORA. 1(2)).
3. Pendidikan konservasi, merupakan bentuk usaha penjagaan dan perlindungan
keanekaragaman hayati, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan nilai penting
sumber daya alam yang beranekaragaan dalam sebuah ekosistem kehidupan. Pendidikan
konservasi dapat dilakukan melalui pembentukan karakter konservasi kepada generasi
muda/peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dan juga melalui kegiatan
penyuluhan kepada masyrakat mengenai konservasi keanekargaaman hayati (Sumber:
Utina, R., E. Nusantari, A.S. Katili, & Y. Tamu. 2017. Ekosistem dan Sumber Daya Alam Pesisir;
penerapan pendidikan karakter konservasi. Edisi 1, Cetakan 1, Yogyakarta: Deepblish)
32
E-Modul Keanekaragaman Hayati / Kelas X SMA/MA