Page 31 - MODUL ELEKTRONIK BERBASIS STEAM MATERI ASAM BASA
P. 31
A K I K E N D A R A A N
Asam sulfat (H₂SO₄) memiliki peran penting dalam sistem
aki kendaraan, terutama pada aki timbal-asam. Sebagai asam
kuat, asam sulfat mudah melepaskan ion hidrogen (H⁺) ke dalam
larutan. Ion H⁺ ini membantu terjadinya reaksi kimia yang
menghasilkan listrik. Dalam aki, asam sulfat berfungsi sebagai
elektrolit, yaitu larutan yang memungkinkan terjadinya aliran
Gambar 2.1 Asam Sulfat ion antara dua elektroda (kumpulan logam) yang ada di dalam
Sumber: detik.com
aki: elektroda positif yang terbuat dari timbal dioksida dan
elektroda negatif yang terbuat dari timbal.
Saat aki digunakan untuk menghidupkan kendaraan, asam sulfat bereaksi dengan
timbal pada elektroda untuk membentuk timbal sulfat (PbSO₄). Timbal sulfat ini membuat
aki kehilangan energi dan tidak bisa menghasilkan listrik lagi. Namun, ketika aki diisi ulang
(mengisi ulang energi), arus listrik yang mengalir ke aki mengubah timbal sulfat kembali
menjadi timbal (Pb) dan timbal dioksida (PbO₂) di kedua elektroda. Selama proses ini, asam
sulfat kembali terlibat dalam menjaga keseimbangan ion agar reaksi kimia tetap
berlangsung dengan baik.
Kekuatan asam dari asam sulfat juga mempengaruhi pH larutan elektrolit dalam aki.
Semakin banyak ion H⁺ yang ada, larutan akan menjadi semakin asam, yang membantu
reaksi kimia berlangsung dengan baik. Namun, jika aki digunakan terlalu lama, konsentrasi
asam sulfat bisa berubah, dan ini dapat mempengaruhi kinerja aki, seperti membuat
pengisian ulang menjadi kurang efisien.
24 | M o d u l E l e k t r o n i k B e r b a s i s S T E A M M a t e r i A s a m B a s a