Page 73 - E-Book seni budaya kelas 12
P. 73

Dalam  konteks kebudayaan ini,  Maslow (1945) dalam  Suriasumantri
                   (1984) memberikan  suatu garis  pemisah  antara  manusia  dan  binatang.
                   Selanjutnya  Maslow  mengidentifikasikan  lima  kelompok  dalam  kebutuhan
                   manusia  yakni:  “kebutuhan  fisiologis,  rasa  aman,  afiliasi,  harga  diri  dan
                   pengembangan  potensi”.  Kebutuhan binatang  terpusat  pada kebutuhan
                   fisiologis  dan  rasa  aman.  Dalam  memenuhi  kebutuhannya  itu,  mereka
                   melakukan secara instingtif. Adapun manusia tidak mempunyai kemampuan
                   bertindak secara otomatis yang berdasarkan insting tersebut, sehingga dia
                   berpaling kepada konsep yang mengajarkan cara hidup.
                       Ketidakmampuan  manusia untuk bertindak instingtif ini, diimbangi
                   oleh kemampuan lain, yakni kemampuan untuk belajar, berkomunikasi, dan
                   menguasai  objek-objek  yang  bersifat  fisik.  Kemampuan  untuk  belajar  ini
                   dimungkinkan oleh berkembangnya intelegensi dan cara berpikir simbolik.
                   Terlebih lagi manusia mempunyai budi yang merupakan pola kejiwaan yang di
                   dalamnya terkandung “dorongan-dorongan hidup yang dasar, insting, perasaan,
                   dengan pikiran, kemampuan dan fantasi” (Alisjahbana, 1975 dalam Budiwati,
                   2003). Aspek budi inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan suatu
                   hubungan yang bermakna dengan alam sekitarnya, dengan jalan memberi
                   penilaian terhadap objek dan kejadian.

                       Dalam kebudayaan, konsep sistem budaya (cultural system) yang berlaku
                   di Indonesia, memiliki unsur-unsur dan komponen-komponen  sistemik, yang
                   meliputi pengetahuan, nilai, dan keyakinan. Unsur nilai budaya merupakan
                   konsepsi abstrak  yang  dipandang  baik  dan bernilai  serta  sebagai  acuan
                   berperilaku dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan masyarakat. Secara
                   universal unsur-unsur nilai seni budaya ini diungkapkan oleh Koentjaraningrat
                   yang terdiri dari:   religi,  sosial, bahasa, pendidikan, politik,  kesenian,  dan
                   ekonomi.
                       Pada  setiap  benda  alam  yang  tercipta,  disentuh,  dan  dimodifikasi  oleh
                   manusia untuk diberinya bentuk baru, maka akan mengandung makna yang
                   bernilai. Oleh sebab itu, setiap karya seni budaya akan memiliki nilai dan fungsi
                   tertentu  sesuai  dengan  tujuannya,  menunjukkan  maksud  dan  mengandung
                   gagasan atau ide dari penciptanya. Salah satu  karya seni budaya itu dapat
                   terlihat melalui suatu bentuk kesenian.

                       Secara universal kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan yang
                   bermuatan sistem budaya, yang tidak pernah terlepas dari peran masyarakat
                   dalam berkarya seni.  Artinya kesenian dan masyarakat  merupakan dua
                   komponen yang menyatu dan tidak dapat dipisahkan. Dimana masyarakat
                   adalah sebuah komponen yang menentukan tata kehidupan, maju mundurnya
                   suatu sistem budaya.




                   Seni Budaya                                                              59
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78