Page 18 - Karlina_1900008083_C_modul digital
P. 18
• Archaebacteria dapat tinggal di lingkungan ekstrim, lingkungan
dengan derajat keasaman, suhu dan kadar garam yang sangat
tinggi.
• Reproduksi dengan cara pembelahan biner, pembentukan tunas
dan fragmentasi.
c) Reproduksi Archaebacteria
Reproduksi Archaebacteria adalah aseksual. Archaebacteria dapat
mereproduksi melalui pembelahan biner, di mana sel induk
membelah menjadi dua sel anak yang identik secara genetik.
Archaebacteria juga dapat bereproduksi secara aseksual melalui
tunas dan fragmentasi, di mana potongan-potongan sel pecah dan
membentuk sel baru, juga memproduksi organisme identik secara
genetik. (Setiawan. 2020)
d) Peranan bakteri Arhaebacteri dalam Kehidupan
1) Peran menguntungkan
Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran
hewan, sehingga menghasilkan energi alternative metana
berupa biogas. Contohnya Methanobacterium
2) Peran Merugikan
Archaebacteria dapat merusak makanan yang diawetkan
dengan garam dan dapat menyebabkan cepatnya pembusukn
pada ikan laut. (Fahriah. 2018)
2. Bakteri Eubacteria
Secara umum, pengertian Eubacteri (bakteri) adalah organisme
uniseluler (bersel satu) dengan tidak memiliki membran inti
sel(prokariotik) yang umumnya tidak berklorofil pada dinding selnya.
Istilah Eubacteria berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata eu, yang
berarti sejati. Eubacteria meliputi sebagian besar organisme prokariotik
yang hidup dimanapun (kosmolipit). Eubacteria disebut juga dengan
Bacteria atau bakteri.
12

