Page 22 - Modul Pencemaran Air 2
P. 22
A. Limbah industri
Air limbah industri biasanya mengandung zat berbahaya.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan agar air limbah
industri tidak dibuang ke saluran pembuangan umum. Jenis
limbah industri dapat berupa limbah organik yang tidak berbau,
seperti limbah pabrik tekstil dan limbah pabrik kertas. Selain itu,
sampah anorganik berupa cairan panas berbusa, berwarna,
mengandung asam sulfat memiliki bau yang menyengat. Ketika
limbah industri dibuang ke badan air dan sungai, menyebabkan
pencemaran air dan merusak atau menghancurkan organisme
ekosistem.
B. Limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga adalah sampah yang dihasilkan dari
hasil samping industri perumahan. Bersamaan dengan Gambar
tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sampah rumah tangga adalah sampah yang dihasilkan dari
hasil samping industri perumahan. Sampah rumah tangga, pasar,
perkantoran, penginapan (hotel), rumah makan, sampah
konstruksi, sisa mesin dan kendaraan. Sampah rumah tangga
dapat berasal dari bahan organik, anorganik, atau bahan
berbahaya dan beracun.
C. Limbah pertanian
Limbah pertanian ini cenderung mempengaruhi ekosistem
perairan. Bahan kimia seperti pupuk dan pestisida merupakan
limbah pertanian yang berbahaya. Penggunaan yang berlebihan
dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem perairan.
Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat menyebabkan
ekosistem yang subur di kolam, sungai, waduk atau danau. Pupuk
yang tidak diserap tanaman akan terbuang percuma di badan air.
Akibatnya, tumbuhnya alga di permukaan air. Tumbuhan alga ini
dapat menutupi seluruh permukaan air, mengurangi jumlah sinar
matahari yang masuk ke dalam air. Akibatnya, proses fotosintesis
terganggu, mengurangi kadar oksigen terlarut dalam air dan
mempengaruhi organisme lain yang hidup di sana.
15