Page 15 - MAPOM COMPRE VI NO_2 28 JAN_EMagz_Neat
P. 15
enurut Organisasi Kesehatan konsumen juga memiliki peran krusial sehingga dapat menimbulkan risiko bagi
Dunia (WHO), setiap tahun, 1 dalam meningkatkan kesadaran dan kesehatan anak-anak.
dari 10 orang di seluruh dunia kesiapan menghadapi risiko pangan Selama 2023, terdapat 1.332 sampel
Mmengalami penyakit akibat yang tidak terduga. pangan jajanan anak sekolah (PJAS)
makanan yang terkontaminasi. Anak- yang menjadi target pengawasan BPOM.
anak di bawah usia 5 tahun menanggung Permasalahan Keamanan Pangan di Sampel ini diambil dari penjaja pangan di
40% dari beban penyakit ini. Di balik Indonesia sekitar sekolah, baik yang sudah pernah
angka-angka ini, terdapat cerita tentang Berdasarkan laporan Balai Besar/ maupun belum pernah diintervensi oleh
bagaimana krisis kesehatan bisa )HSHP 3VRH 764 [HO\U TLSHS\P BPOM. Dari seluruh sampel tersebut,
menghantam siapa saja dan kapan saja. aplikasi Sistem Pelaporan Informasi 226 (16,97%) sampel di antaranya
Kita semua berpotensi menjadi korban Masyarakat Keracunan (SPIMKer) tidak memenuhi syarat (TMS) dengan
dari rantai pasokan makanan yang tidak BPOM, terdapat 122 kejadian luar biasa parameter uji penyebab TMS terbanyak
aman. keracunan pangan dengan jumlah orang yaitu E-coli sebanyak 26 (55,75%)
Insiden di Majene ini mencuat yang terpapar sebanyak 8.937 orang sampel.
berdekatan dengan peringatan dan 4.729 orang di antaranya mengalami Beberapa permasalahan pangan
Hari Keamanan Pangan Sedunia gejala sakit (attack rate sebesar 52,91%). lainnya, terdapat produsen pangan
pada 7 Juni 2024. Tahun ini, tema Sedangkan korban meninggal sebanyak berskala kecil di Indonesia masih
Hari Keamanan Pangan Sedunia 18 orang (case fatality rate sebesar mengadopsi praktik produksi yang
menekankan pentingnya kesiapsiagaan 0,38%). kurang higienis. Kurangnya pengetahuan
dalam menghadapi insiden keamanan Tak hanya keracunan makanan, tentang penanganan pangan yang baik
pangan, tanpa menghiraukan tingkat penggunaan bahan berbahaya dalam seringkali menyebabkan kontaminasi
keparahannya. pangan juga menjadi permasalahan mikroba. Kemudian sistem distribusi
Insiden keamanan pangan mencakup WHUNHU KP 0UKVULZPH 7HKH PU[LUZPÄRHZP pangan di Indonesia yang kompleks
segala situasi di mana terdapat risiko pengawasan pangan selama Ramadan dan belum sepenuhnya terintegrasi
RLZLOH[HU `HUN Z\KHO [LYRVUÄYTHZP 2024, BPOM masih menemukan 102 memudahkan masuknya produk pangan
terkait dengan konsumsi pangan. Hal ini sampel (1,1% dari 9.262 sampel yang yang tidak memenuhi syarat.
bisa disebabkan oleh berbagai faktor, diperiksa) mengandung bahan yang Dengan populasi yang terus
mulai dari kecelakaan dan pengendalian dilarang, yaitu formalin (0,53%), rhodamin berkembang dan pola konsumsi yang
yang tidak memadai, hingga penipuan B (0,30%), boraks (0,28%), dan kuning semakin kompleks merupakan tantangan
pangan dan peristiwa alam. Meskipun metanil (0,01%). Contoh permasalahan tersendiri dalam memastikan setiap
pengelolaan insiden semacam ini terkait pangan lainnya adalah keamanan makanan yang dikonsumsi aman dan
memerlukan kerja sama antara pembuat pangan di sekolah. Pangan yang dijual di berkualitas. Hal ini memerlukan perhatian
kebijakan, otoritas keamanan pangan, sekitar sekolah seringkali tidak memenuhi serius dari semua pihak, mulai dari
petani, dan operator bisnis pangan, standar kebersihan dan keamanan, pemerintah hingga konsumen.
Petugas BBPOM di Jakarta menunjukkan sampel makanan sehat kepada pengunjung yang hadir
di One Satrio, Jakarta (4/7/2024).
15
Vol.6/No.2/2024