Page 236 - Keterangan Pers Kepala Badan POM dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta
P. 236
Sementara itu, Penny menuturkan bahwa kerja sama internasional dalam upaya
pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia pun harus dilakukan. Itu bisa dilihat
pada kerja sama antara PT Sinovac China dengan PT Bio Farma.
Baca Juga : Tingkat Kesembuhan Covid-19 Indonesia di Atas Rata-Rata Dunia
Selain itu, ternyata Indonesia sudah memulai kerja sama internasional juga dalam
upaya pengembangan vaksin, yaitu antara Sinopharm dengan Kimia Farma
bersama Grup 42 dari Uni Emirat Arab, dan kerja sama Genexine dengan PT Kalbe
Farma.
Lantas, bagaimana perkembangan kerja sama internasional tersebut?
Penny menuturkan, untuk perkembangan uji klinis vaksin kerja sama Sinovac
dengan Bio Farma, hingga saat ini sudah ada 1.800 relawan yang telah mendaftar
dan hingga akhir Agustus 2020, sekitar 500 orang sudah mendapatkan suntikan
vaksin uji klinis tahap 3 tersebut.
"Kami siap mengawal mulai dari pemberian persetujuan protokol uji klinis,
pelaksanaannya, hingga evaluasi hasil uji klinis untuk situasi darurat, serta
persiapan sarana produksi di Bio Farma untuk melakukan transfer teknologi dalam
mewujudkan vaksin menjadi produk komersil," tutur Penny.
Lalu, untuk kerja sama antara Sinopharm - G42 dengan Uni Emirat Arab, saat ini
sudah ada kesepakatan. "UEA berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin untuk
Indonesia dan pada akhir 2020, diharapkan tercapai," tambah Penny.
Dia melanjutkan, Badan POM sendiri sudah terbang ke UEA dan menemui
kementerian kesehatannya. "Kami melihat uji klinis tahap 3 vaksin dilakukan dengan
sangat baik dan terorganisasi. Banyak sekali aspek positif dengan partisipan 22 ribu
peserta dengan keberagaman kebangsaan, ada 119 kebangsaan yang sudah
terlibat dalam uji klinis," sambungnya.

