Page 49 - flipbook ibuk 1_Neat
P. 49

Saat ini masyarakat seringkali diperlihatkan kehidupan mewah dari pejabat, artis atau

                       public figure lainnya dengan adanya social media. Hal ini menyebabkan masyarakat
                       cenderung  meniru  dan  menjadikan  kemewahan  sebagai  tujuan  hidupnya.  Namun

                       sebagai umat muslim, hendaknya kita berpijak juga pada Al-Qur’an surat Al_Isra’ ayat
                       16, yaitu:


                                     ْ
                                                                  ً
                       ارْيمْدَت اه   ن ْ رَّمَدَف ُ ُل ْ وَقلا اهْيَلَع ُ َّقَحَف اهْيِف ا ْ وُقَسَفَف اهْيِف َ رْتُم اَن ْ ر َ مَا ُةَي ْ رَق ُ َكِلْهُْن ُ ْ نَا ُ  اَنْد َ رَا ُ  اَذِاو
                       ًُ ِ
                                                                                   َ
                                                        َ
                                       َ
                                                َ
                            َ
                       Artinya: Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan
                       kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka
                       melakukan  kedurhakaan  di  dalam  (negeri)  itu,  maka  sepantasnya  berlakulah
                       terhadapnya  perkataan  (hukuman  Kami),  kemudian  Kami  binasakan  sama  sekali
                       (negeri itu). (https://quran.kemenag.go.id/, n.d.)
                       Juga dalam surat At-Taghabun ayat 15:
                                             َٰ
                              َ
                                              َ

                                                     َ

                          ميِظَع   رْجأ    ۥ   هَدنِع     َ للّٱ و ۚ  ةَنْتِف   ْم كدَل ْ وأو   ْم كل َٰ وْمأ    ا َ مَن ِ إ

                                               َ
                                     َ
                                                   َ
                       Artinya: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di
                       sisi Allah-lah pahala yang besar.(https://quran.kemenag.go.id/, n.d.)
                       Ayat di atas menjelaskan bahwa berkehidupan mewah di dunia hanyalah sementara dan
                       manusia juga harus mengingat kehidupan di akhirat kelak. Sehingga menentukan tujuan
                       hidup jangan hanya melihat pada kehidupan mewah dari public figure yang kita lihat
                       tetapi juga mempertimbangkan akibatnya di akhirat kelak.


                       Setiap  orang  akan  melewati  siklus  kehidupan  seperti  gambar  berikut  yang  disertai
                       dengan kebutuhan yang berbeda setiap tahapan/siklusnya, yaitu:


                          1.  Kelompok  usia  20an  tahun  yang  mulai  mengenal  tabungan,  konsumsi  dan
                              utang.

                          2.  Kelompok  usia  30-40an  adalah  usia  dimana  seseorang  berkeluarga  dan
                              mempunyai karir, sehingga selain merencanakan tabungan, konsumsi dan utang

                              juga mulai membutuhkan adanya asuransi dan investasi untuk mempersiapkan

                              masa depannya.
                          3.  Kelompok usia 50-60an adalah usia dimana seseorang mulai dalam kehidupan

                              yang mapan, sehingga mulai memikirkan warisan yang akan ditinggalkan.
                          4.  Kelompok usia 70-80 merupakan usia lanjut yang mulai pension dan menikmati

                              apa yang telah dilakukan selama usia produktif.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54