Page 54 - flipbook ibuk 1_Neat
P. 54

perusahaan jasa?. Pada bagian sebelumnya kita telah membahas tentang perusahaan jasa,
               perbedaan  yang  paling  terlihat  adalah  dari  sisi  produk  yang  dijual,  pada  perusahaan  jasa
               produk yang dijual berupa jasa/layanan, sementara pada perusahaan dagang produk yang
               dijual  berupa  barang.  Secara  sederhana  perusahaan  dagang  adalah  perusahaan  yang
               operasionalnya membeli barang dari pemasok dan menjualnya kembali kepada konsumen
               dengan mengambil keuntungan  tertentu.
               Aktivitas perusahaan dagang untuk menghasilkan pendapatan melibatkan kegiatan menjual
               barang dagangan kepada pelanggan. Bila barang dagang tersebut telah dijual akan dilaporkan
               sebagai penjualan, dan biaya dari barang tersebut disebut sebagai harga pokok penjualan/
               beban  pokok  penjualan  (cost  of  goods  sold  atau  cost  of  merchandhise  sold).  Penjualan
               dikurangi  dengan  harga  pokok  penjualan  merupakan  laba  kotor  (gross  profit).  Disebut
               demikian karena belum dikurangi dengan beban operasi. Barang dagangan yang belum terjual
               pada akhir periode akuntansi disebut persediaan barang dagangan (merchandhise inventory),
               yang akan dilaporkan di neraca sebagai aset lancar.


               Apakah perlakuan akuntansi berbeda dengan perusahaan jasa?. Iya.. perbedaan dari proses
               bisnis  antara  perusahaan  jasa  dan  perusahaan  jasa  juga  berdampak  pada  perlakuan
               akuntansinya. Perhatikan ilustrasi laporan laba/rugi pada tabel 9.1
                   Tabel 9.1 Perbandingan Laporan Laba/Rugi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang
                              Perusahaan Jasa                            Perusahaan Dagang
                 Pendapatan Jasa                  Xxx         Penjualan                         Xxx
                 Biaya Operasi                    Xxx         Harga Pokok Penjualan            (xxx)
                 Laba Bersih                      Xxx         Laba Kotor                        Xxx
                                                              Biaya-biaya operasi               Xxx
                                                              Laba Bersih                       Xxx

               Pada tabel 9.1 di atas kita bisa mengetahui bahwa laporan laba/rugi pada perusahaan jasa
               melaporkan adanya pendapatan jasa dan dikurangi langsung oleh biaya-biaya operasi untuk
               mendapatkan pendapatan. Sementara pada perusahaan dagang sedikit berbeda dengan ada
               penambahan  harga  pokok  penjualan  (HPP).  Secara  sederhananya  harga  pokok  penjualan
               merupakan harga perolehan. Misalnya Saudara adalah pemiliki  Online Shop yang menjual
               perlengkapan rumah tangga, maka harga kulakan saudara kepada pemasok itu merupakan
               harga perolehan atau harga pokok penjualan. Pada perusahaan dagang juga terdapat adanya
               beban operasi, beban operasi ini merupakan beban lainnya selain harga pokok penjualan,
               seperti biaya iklan, biaya listrik dan air dan lain-lain.

               Metode Pencatatan Periodik dan Perpetual
               Akuntansi dalam perusahaan dagang memiliki dua sistem persediaan, yaitu sistem persediaan
               perpetual dan sistem persediaan periodik/fisik.
                     Tabel 9.2 Perbedaan Sistem Persediaan Perpetual dan Sistem Persediaan Periodik
                 No       Sistem Persediaan Perpetual                Sistem Persediaan Periodik
                 1    Perusahaan  mencatat  secara  rinci  Perusahaan tidak mencatat secara rinci atas
                      biaya setiap pembelian dan penjualan  persediaan pasa periode tertentu.
                      persediaan.
                 2    Perusahaan  akan  mencatat  besarnya  HPP  ditentukan  setiap  akhir  periode
                      HPP pada setiap transaksi penjualan.    akuntansi.
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59