Page 99 - 1. E-MODUL AHMAD SUBARI (20177016) 52_Neat
P. 99
EKOLOGI & PERUBAHAN LINGKUNGAN 06/24/2022
Zona intertidal memiliki kandungan substrat yang pada umumnya
berbatu atau berpasir, organisme pada zona ini meiliki perilaku dan
anatomi tertentu. Garis pantai akan mempengaruhi besarnya pasang
surut dan keterpaparan relatif dari organisme intertidal terhadap aksi
gelombang (Urry et al., 2021).
Organisme Fotosintetik yang terdapat pada zona ini diantaranya
yaitu terdapat keanekaragaman dan biomassa alga laut menempel yang
tinggi yang hidup di zona intertidal berbatu, terutama di zona bawah.
Pada zona intertidal berpasir yang terkena gelombang kuat pada
umumnya tidak memiliki tanaman atau ganggang yang menempel,
sementara zona intertidal berpasir di teluk atau laguna yang dilindungi
sering terdapat hamparan lamun dan alga (Urry et al., 2021).
Banyak hewan di lingkungan intertidal berbatu memiliki adaptasi
struktural yang memungkinkan mereka untuk menempel pada substrat
yang keras. Komposisi, kepadatan, dan keanekaragaman hewan berubah
secara nyata dari zona intertidal atas ke zona intertidal bawah. Banyak
hewan yang terapat di zona pasang surut berpasir atau berlumpur
seperti cacing, kerang, dan krustasea pemangsa yang mengubur dirinya
dan mencari makan saat air pasang membawa sumber makanan. Selain
itu, terdapat hewan umum lainnya seperti spons, anemon laut,
echinodermata, dan ikan kecil (Urry et al., 2021).
f. Zona Pelagis Laut
Zona pelagis laut adalah wilayah perairan biru terbuka luas yang
secara terus-menerus bercampur dengan arus laut yang digerakkan oleh
angin. Pada zona ini memiliki kejernihan air yang lebih tinggi, sehingga
AHMAD SUBARI 89